Tanda-tanda Peringatan Stroke yang Tak Boleh Diabaikan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Stroke, juga disebut serangan otak, terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke bagian otak (stroke iskemik), atau ketika pembuluh darah di otak pecah dan darah tidak bisa mengalir ke bagian otak tertentu (stroke hemoragik). Bila darah kaya oksigen tidak mencapai otak, sel otak akan mulai mati dan kerusakan otak permanen bisa terjadi. Mayoritas korban stroke bertahan hidup dan melakukan rehabilitasi sebagai proses pemulihan, seperti terapi wicara dan fisik. Namun, komplikasi stroke umum terjadi. Termasuk:

  • Otot lemas atau lumpuh pada salah satu sisi tubuh
  • Kesulitan menelan dan berbicara
  • Kehilangan memori atau kesulitan berpikir dan memahami bahasa
  • Nyeri, mati rasa, atau rasa kesemutan pada bagian tubuh yang terkena dampaknya
  • Perubahan sikap dan suasana hati

Stroke bisa menyebabkan kecacatan sementara atau permanen, tergantung dengan tingkat keparahan stroke dan berapa aliran darah terganggu ke otak. Jika membahas stroke, kuncinya adalah meminimalisir kerusakan otak. Semakin cepat Anda menyadari tanda stroke dan meminta bantuan medis, semakin baik peluang kesembuhan dan menghindari kerusakan otak serius atau kecacatan.

Apa saja gejala stroke?

  1. Lemas tiba-tiba

Tiba-tiba merasa lemas atau mati rasa pada lengan, atau wajah adalah tanda umum dari stroke, terutama bila hanya terjadi pada satu sisi tubuh. Bila Anda tersenyum dan melihat ke cermin, Anda mungkin akan menyadari bahwa salah satu sisi wajah Anda terlihat turun. Bila Anda mencoba untuk mengangkat kedua tangan, Anda akan mengalami kesulitan mengangkat salah satu tangan Anda. Tergantung pada tingkat keparahan stroke, Anda juga mungkin mengalami kelumpuhan pada satu sisi tubuh Anda.

  1. Tiba-tiba merasa bingung

Stroke bisa menyebabkan kebingungan yang tiba-tiba. Contohnya, bila Anda sedang mengetik di komputer atau bercakap-cakap, Anda mungkin tiba-tiba mengalami kesulitan berbicara, berpikir, atau memahami ucapan.

  1. Mendadak mengalami gangguan penglihatan

Karena lemasnya salah satu sisi tubuh, Anda mungkin mengalami kesulitan saat berjalan, kehilangan keseimbangan, atau pusing.

  1. Mendadak sakit kepala

Bila tiba-tiba mengalami sakit kepala berat tanpa penyebab yang jelas, Anda mungkin mengalami stroke. Sakit kepala ini bisa dibarengi dengan pusing atau muntah.

Apa yang harus saya lakukan?

Bila Anda memiliki stroke, Anda mungkin mengalami satu atau beberapa gejala. Tidak terpikir oleh Anda untuk menghubungi dokter. Walaupun Anda cenderung menyadari adanya gejala yang berbeda atau merasa ada sesuatu yang tidak baik dalam diri Anda, Anda mungkin tidak menyadari bahwa ini adalah masalah serius saat sudah terlambat.

Gejala stroke bisa berkembang perlahan dalam hitungan jam atau hari. Bila Anda mengalami stroke ringan, juga dikenal sebagai transient ischemic attack (TIA), gejala biasanya sementara dan meningkat dalam kurun waktu satu sampai dua jam. Pada kasus ini, Anda mungkin menganggap gejala yang terjadi sebagai stres, migrain, atau masalah saraf.

Namun, tanda atau gejala stroke membutuhkan investigasi lanjut dari dokter. Bila Anda pergi ke rumah sakit dalam kurun waktu tiga jam dari gejala pertama stroke iskemik, dokter bisa memberikan obat untuk menguraikan gumpalan darah dan mengembalikan aliran ke otak. Tindakan cepat meningkatkan peluang Anda untuk benar-benar pulih pasca stroke. Hal ini juga mengurangi cacat berat. Tes FAST sederhana bisa membantu Anda mengidentifikasi stroke pada diri Anda dan orang lain:

  • F (face): tersenyumlah. Lihat jika ada tanda penurunan pada satu sisi.
  • A (arms): angkat tangan Anda. Lihat bila ada kesulitan mengangkat tangan.
  • S (speech): coba ucapkan kalimat sederhana atau baca satu kalimat keras-keras.
  • T (time): segera hubungi 112 bila Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tanda stroke.

Apa saja hal yang harus diingat?

Ada kondisi lain yang dapat menyerupai gejala stroke, seperti kejang dan migrain. Namun, penting bahwa Anda tidak mendiagnosis diri Anda sendiri. Bahkan jika Anda memiliki TIA dan gejalanya menghilang, jangan mengabaikan tanda-tanda tersebut. TIA meningkatkan risiko stroke, sehingga Anda membutuhkan pemeriksaan untuk menentukan penyebab stroke ini, dan Anda perlu untuk memulai pengobatan untuk mengurangi risiko Anda. Bahkan, “lebih dari sepertiga dari orang-orang yang memiliki TIA berakhir mengalami stroke berat dalam satu tahun jika mereka tidak menerima pengobatan,” menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Sumber