Tahukah Anda Pernikahan dan Perceraian Dapat Menyebabkan Stroke?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Pernikahan adalah salah satu keputusan paling penting dalam hidup seseorang karena berpengaruh dengan hampir setiap aspek kehidupan. Pernikahan dapat menjadi sumber cinta, kebahagiaan, dan keamanan. Namun, pernikahan juga dapat memicu stress, kecemasan, atau sakit hati dan banyak pernikahan berakhir dengan perceraian. Kesejahteraan dan stabilitas perkawinan dapat memiliki dampak penting pada kesehatan seseorang. Selain itu, telah ditunjukkan bahwa pernikahan memiliki peran penting dalam risiko stroke, yang merupakan peristiwa penting yang juga mengubah hidup Anda.

Apakah pernikahan mempengaruhi risiko stroke?

Menariknya, stabilitas perkawinan tidak hanya mempengaruhi risiko stroke pada pasangan suami-istri, tetapi juga dapat mempengaruhi anak di tahun mendatang. Selain itu, di sisi lain, stroke berat dapat menyebabkan perubahan dalam kepribadian, dan hal ini dapat mempengaruhi kualitas dan kepuasan pernikahan.

Risiko stroke apa yang dapat terjadi karena perceraian?

Sebuah studi yang diterbitkan di Swedia melaporkan bahwa risiko stroke meningkat dalam beberapa tahun pertama setelah pernikahan berakhir. Stroke memiliki kemungkinan lebih tinggi terjadi pada pernikahan yang berakhir baik karena perceraian atau karena kematian pasangan. Kenaikan tingkat stroke mempengaruhi pria dan wanita, tapi tercatat lebih signifikan bagi laki-laki daripada perempuan. Ada beberapa penjelasan terjadinya stroke ketika pernikahan berakhir, termasuk kecemasan, kesedihan, dan pengabaikan perawatan diri.

Selain itu, perubahan gaya hidup setelah menikah dapat berbeda pada pria dan wanita dan ini bisa menjelaskan perbedaan stroke antara pria dan wanita setelah perceraian. Menariknya, pria yang tidak pernah menikah tidak menunjukkan tingkat peningkatan stroke dibandingkan dengan pria menikah, pada usia yang sama. Hal ini menunjukkan risiko stroke dipicu karena perceraian, bukan karena tidak menikah.

Apakah pernikahan yang tidak bahagia memicu risiko stroke?

Jika perceraian lebih mempengaruhi stroke pada pria daripada wanita, pernikahan tidak bahagia juga mempengaruhi jenis kelamin dengan cara yang berbeda. Sebuah penyelidikan dari The University of Colorado di Boulder melaporkan bahwa sebuah pernikahan yang tidak bahagia berdampak risiko stroke lebih besar bagi wanita, tapi tidak bagi pria.

Apa risikonya untuk anak-anak?

Anehnya, perceraian diketahui memiliki dampak jangka panjang terhadap risiko stroke bukan hanya pada pasangan yang bercerai. Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Stroke menyimpulkan bahwa perceraian orangtua selama masa kanak-kanak meningkatkan risiko stroke pada anak laki-laki yang telah dewasa tiga kali lipat. Menariknya, risiko stroke karena perceraian orangtua saat masa anak-anak tidak mempengaruhi anak perempuan ketika dewasa. Mengingat perceraian orangtua biasanya tidak secara baik-baik, anak-anak mungkin saja merasa bersalah (seolah-olah ia yang menyebabkan perceraian) dan ini terjadi dalam jangka panjang, sehingga menyebabkan stress. Namun, perlu diingat bahwa studi ini tidak menunjukkan penyebab pasti atau penyebab fisiologi di balik peningkatan stroke di antara laki-laki dewasa yang orangtuanya bercerai.

Bagaimana stroke mempengaruhi pernikahan?

Bagi pasangan yang tinggal bersama-sama, stroke tetap berisiko karena merupakan penyakit yang relatif umum. Stroke dapat menghasilkan sejumlah perubahan neurologis, termasuk perubahan kemampuan memahami perasaan orang lain dan memahami ekspresi wajah. Kurangnya respon sosial dan emosional yang sesuai dari penderita stroke bisa sangat sulit untuk pasangan, dan dapat menurunkan kepuasan pasangan yang biasanya merupakan perawat utama penderita stroke.

Apa yang harus saya ingat?

Pernikahan memainkan peran besar dalam kehidupan seseorang. Bukan sesuatu yang mengejutkan bahwa kualitas pernikahan dapat berdampak pada stroke, yang mana merupakan penyakit yang disebabkan oleh interaksi dari sejumlah faktor sosial, emosiona,l dan kesehatan yang kompleks. Menarik untuk mencermati bagaimana perkawinan dan perceraian mempengaruhi pria dan wanita secara berbeda, dan bahkan mempengaruhi anak laki-laki mereka secara berbeda dari anak perempuan.

Sumber