Sindrom Bálint: Komplikasi Stroke Langsung

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Sindrom Bálint adalah kelompok tiga gejala yang datang bersamaan sebagai akibat dari stroke pada batas parietal dan lobus oksipital otak. Gejala dari sindrom Bálint adalah:

  • Ketidakmampuan untuk melihat ruangan sekitar
  • Ketidakmampuan untuk mengambil objek ketika sedang melihat objek tersebut, dikarenakan tidak adanya koordinasi pergerakan pada mata dan tangan
  • Kecenderungan untuk hanya melihat satu objek dalam jangakauan penglihatan

Karena sindrom Bálint tidak umum terjadi dan sulit untuk ditinjau dengan alat klinis standar, penelitian mengenai kondisi ini hanya berupa laporan kasus dan inipun tidak bisa jadi acuan karena pemilihan kasus yang bias, penerapan yang tidak sesuai dengan definisi operasional, kurangnya studi dasar yang memadai, kurangnya bahan terjemahan, dan kegagalan dalam membedakan antara defisit pada fase akut dan kronis saat proses pemulihan.

Apa yang diketahui para ilmuwan terkait sindrom Bálint?

Gejala sindrom Bálint ini ditemukan dalam kasus penderita migrain berusia 29 tahun. Sebelum sakit kepala migrain, pasien mengalami ketidakmampuan untuk melihat semua objek di bidang visual secara bersamaan; ketidakmampuan untuk mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata; dan ketidakmampuan untuk melihat suatu objek saat diperintah. Gejala ini tidak muncul sebelum migrain, dan tidak muncul lagi saat migrain sudah berlalu.

Sebuah studi dari pasien dengan corticobasal ganglionic Degeneration (CBGD) juga menunjukkan perkembangan sindrom Bálint ini. Sebagai hasil dari CGBD, pasien mengalami ketidakmampuan untuk menggerakkan matanya ke arah obyek visual yang ada di bidang perifernya. Pasien juga tidak bisa meraih dan menyentuh benda dalam bidang perifernya.

Seorang pasien dengan tuli kongenital menunjukkan gejala sindrom Bálint parsial. Pasien ini mengalami ketidakmampuan untuk melihat peristiwa bersamaan pada bidang visualnya. Dia juga tidak dapat fokus dan mengikuti objek dengan matanya. Selain itu, ia juga menjadi tidak mampu untuk menunjuk sebuah benda saat diminta. Sindrom Bálint ini jarang dilaporkan terjadi pada anak-anak, tetapi beberapa studi terbaru memberikan bukti bahwa kondisi ini mungkin terjadi pada anak-anak. Kasus yang melibatkan anak laki-laki berusia 10 tahun dengan sindrom Bálint telah dilaporkan. Hasil serupa terlihat pada anak laki-laki berusia 7 tahun. Pada anak-anak, hasil sindrom ini biasanya berupa kesulitan dalam melakukan pekerjaan sekolah, khususnya membaca. Para peneliti mendorong untuk melakukan pemantauan yang lebih saksama pada sindrom ini agar tersedia rehabilitasi yang memadai dan pasien bisa segera bisa beradaptasi dengan lingkungan.

Kenapa saya mengalami sindrom ini?

Kesulitan penglihatan dalam sindrom Bálint biasanya diakibatkan oleh kerusakan bagian atas lobus temporal-oksipital di kedua sisi otak. Lobus temporal berada pada sisi otak dekat dengan telinga dan lobus oksipital berada pada bagian belakang otak. Oleh karena itu, lobus temporal-oksipital merujuk pada sisi dan bagian belakang otak. Dalam sindrom Bálint, bagian atas parietal lobus pada kedua sisi otak juga akan terpengaruh. Lobus parietal adalah bagian tengah atas otak.

Bagaimana cara mendiagnosis sindrom ini?

Kurangnya pengetahuan akan sindrom ini dapat menyebabkan kesalahan diagnosis seperti kebutaan, psikosis, atau demensia. Gejala sindrom Bálint adalah yang paling mungkin untuk diperhatikan pertama kali oleh terapis saat menyediakan rehabilitasi setelah lesi otak.

Namun, karena kelangkaan di kalangan praktisi dalam memahami sindrom Bálint, gejalanya sering salah dijelaskan tanpa dianggap sebagai suatu kemungkinan dan tidak diikuti oleh konfirmasi medis. Setiap gangguan representasi ruang yang parah, yang muncul secara spontan setelah kerusakan parietal bilateral, menunjukkan kuat adanya sindrom Bálint dan harus diselidiki. Satu studi melaporkan bahwa kerusakan pada punggung bilateral occipito di bagian parietal tampaknya termasuk dalam sindrom Bálint.

Apa saja pengobatan untuk sindrom ini?

Dalam hal rehabilitasi spesifik untuk gangguan persepsi visual seperti sindrom Bálint ini, literatur yang tersedia sangat jarang. Menurut sebuah penelitian, pelatihan rehabilitasi harus fokus pada peningkatan scanning visual, pengembangan gerakan panduan visual, dan peningkatan integrasi elemen visual. Sangat sedikit strategi pengobatan telah diusulkan, dan beberapa dari mereka telah dikritik karena kurang berkembang dan harus dievaluasi.

Tiga pendekatan untuk rehabilitasi kecacatan persepsi, seperti yang terlihat dalam sindrom Bálint, adalah:

  • Pendekatan adaptif (fungsional), melibatkan tugas-tugas fungsional dengan memanfaatkan kekuatan dan kemampuan seseorang, membantu mereka untuk mengatasi masalah atau mengubah lingkungan untuk mengurangi kecacatan mereka. Ini adalah pendekatan yang paling populer.
  • Pendekatan perbaikan, yang melibatkan restorasi SSP yang rusak dengan melatih keterampilan persepsi, yang mungkin secara umum digunakan dalam aktivitas hidup sehari-hari. Hal ini dapat dicapai dengan kegiatan atas meja untuk latihan sensorimotor.
  • Pendekatan multi-konteks, yang didasarkan pada kenyataan bahwa belajar tidak secara otomatis ditransfer dari satu situasi ke situasi lain. Ini melibatkan latihan strategi yang ditargetkan dalam lingkungan berganda dengan tugas bervariasi dan tuntutan gerakan, dan menggabungkan tugas kesadaran diri.

Sumber