Perubahan Emosi Akibat Stroke

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Reaksi emosional akibat stroke mungkin berbeda dari reaksi emosional yang yang biasanya terjadi. Reaksi ini mungkin memiliki sedikit hubungan atau tidak ada hubungan sama sekali dengan apa yang terjadi di sekitar orang tersebut. Reaksi emosi ini juga dapat dengan mudah berubah jika perhatian orang tersebut teralihkan.

Orang-orang yang telah mengalami stroke, biasanya pada bagian depan otak atau pada dalam jaringan otak, bisa kehilangan kontrol emosi dan bisa berubah dari kondisi menangis ke kondisi tertawa tanpa alasan yang jelas. Menangis adalah masalah yang paling sering terjadi. Obat-obatan mungkin diperlukan untuk membantu mengendalikan respon emosional ini.

Menangis juga bisa menjadi gejala depresi, yang merupakan kondisi medis yang bisa disembuhkan dengan pengobatan. Depresi yang tidak diobati dapat mengganggu pemulihan dan dapat memiliki dampak besar pada banyak orang dalam menjalani hidupnya.

Orang-orang yang telah mengalami stroke dapat bertindak secara berbeda karena mereka merasa terisolasi dan memiliki masalah penglihatan. Mereka mungkin juga mengalami satu atau beberapa kondisi berikut ini:

  • Menjadi mudah marah, bingung, atau gelisah.
  • Kadang-kadang memiliki keyakinan yang salah (delusi).
  • Memiliki halusinasi.

Kondisi tersebut lebih mungkin terjadi ketika seseorang harus berada di tempat tidur dalam jangka waktu yang lama dan mengalami masalah tidur di malam hari. Alunan musik ringan di kamar tidur dengan lampu redup di samping tempat tidur mungkin dapat membantu tidur pada malam hari.

Jika Anda melihat bahwa seseorang yang dekat dengan Anda memiliki perubahan emosi mendadak atau perubahan keadaan mental setelah stroke, kemungkinan orang tersebut mengalami delirium. Kondisi delirium membutuhkan perawatan medis, jadi jangan tunda-tunda lagi dan segera minta bantuan dokter.

Sumber