Menghadapi Kejang Otot Pasca Serangan Stroke

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Stroke ditandai oleh hilangnya fungsi otak akibat kerusakan yang disebabkan oleh kurangnya suplai darah menuju otak. Kerusakan jaringan otak biasanya menyebabkan menurunnya aktivitas serta fungsi otak. Inilah efek yang paling terlihat dari serangan stroke. Namun demikian, kerusakan jaringan otak juga dapat menyebabkan aktivitas berlebih yang tidak teratur yang mengakibatkan kejang. Beberapa penderita stroke yang bertahan hidup biasanya mengalami kejang setelah stroke.

Pada umumnya, kejang diikuti oleh gerakan tak terkendali dan tak terduga, sering disertai perubahan kesadaran. Seorang penderita stroke mungkin akan mengalami kejang tidak lama setelah serangan stroke atau beberapa bulan kemudian. Obat-obatan yang digunakan untuk kejang berbeda dari obat untuk mencegah stroke. Kejang ini merupakan suatu bentuk efek listrik dalam otak yang mengakibatkan serangkaian aktivitas tak normal di bagian terjadinya kerusakan. Hal ini menyebabkan tubuh bergerak sesuai dengan aktivitas yang terjadi dalam otak. Biasanya kejang terjadi ketika lapisan motorik otak terserang stroke, yaitu bagian otak yang berhubungan dengan gerakan.

Satu hal yang membuat kejang sulit dijelaskan adalah hubungannya dengan kemungkinan serangan stroke lanjutan. Secara umum, seseorang yang pulih dari stroke akan lebih terjamin bila sering ditemani oleh sahabat atau kerabatnya, terutama pasca serangan stroke.

Dokter akan memberi tahu kemungkinan terjadinya kejang. Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar risiko terserang kejang, sebaiknya tanyakan pada dokter.

Pengobatan sebagai langkah pencegahan kejang dapat dimulai pasca serangan stroke, tergantung kondisi. Langkah pencegahan kejang yang semakin baik tentunya akan dapat mengurangi peluang terulangnya stroke maupun kerusakan terhadap otak. Beberapa jenis stroke yang berada di lokasi tertentu dalam otak tidak berpeluang sama sekali untuk menyebabkan kejang. Ahli saraf dapat memberi tahu tentang peluang terserang stroke berdasarkan lokasi stroke di dalam otak.

Bagaimana cara mengatasi kejang setelah stroke?

Bila Anda mengalami kejang setelah stroke, tidak berarti Anda akan selamanya hidup dengan pengobatan. Beberapa orang mengalami kejang setelah stroke selama beberapa tahun lamanya dan setelah itu sembuh.

Namun di sisi lain, kejang setelah stroke tidak boleh diabaikan. Pengobatan preventif adalah cara paling aman untuk pergi dan kemungkinan akan menurunkan frekuensi dan tingkat keparahan kejang berulang serta melindungi otak dari kerusakan.

Penyesuaian obat anti kejang mungkin memakan waktu lama. Mungkin ada efek samping dan juga dosis harus dimodifikasi untuk mencegah kambuhnya kejang.

Mengemudi tidak aman bagi mereka yang mengalami kejang dan belum benar-benar pulih, baik itu pengemudi, penumpang, pengendara lain, bahkan pejalan kaki.

Jika terjadi kejang, tidak berarti bahwa proses pemulihan tidak berhasil atau akan terserang stroke yang baru.

Beberapa orang dapat mengenali ciri-ciri akan terjadinya kejang. Hal ini sering disebut ‘aura’. Beristirahat dan mencari tempat aman cukup penting bagi mereka yang memiliki aura. Beberapa dokter menyarankan penggunaan obat reaksi cepat untuk mencegah kejang ketika aura mulai terasa. Hal ini bergantung pada jenis kejang, jenis stroke, serta rutinitas pengobatan.

Setelah mengalami kejang, biasanya orang akan merasa pusing dan kelelahan. Istirahat sangatlah penting.

Kebiasaan juga dapat meningkatkan peluang terjadinya kejang. Alkohol, kurang tidur, stres, kurang gizi, demam, serta penyakit lain adalah pemicu kejang.

Pengobatan rutin sangatlah penting. Melewatkan jadwal pengobatan akan memicu kambuhnya kejang.

Tidak boleh menghentikan pengobatan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan dari dokter. Penghentian pengobatan secara tiba-tiba dapat memicu terjadinya kejang. Jika mengalami efek samping, segera hubungi dokter Anda. Terdapat cara aman untuk mengubah metode pengobatan maupun dosis obat.
Bagi beberapa penderita stroke, kejang bisa terjadi setelah stroke. Kejang bisa berbahaya, terutama ketika mengemudi, memanjat tangg,a atau bekerja dengan mesin. Kejang dapat dikelola dan disembuhkan. Semakin banyak yang diketahui, semakin besar peluang untuk mengelola kejang.