Mengenali Gejala Stroke Saat Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Stroke merupakan peristiwa yang serius yang dapat terjadi selama kehamilan. Dari setiap 100.000 wanita hamil, dua sampai 70 dari mereka akan mengalami stroke, tergantung pada sumber informasi. Ini mungkin membuat stroke terlihat langka, tetapi ini menandakan bahwa setiap tahun beberapa ribu wanita mengalami stroke baik itu selama hamil atau pada beberapa minggu pertama setelah kelahiran. Lebih penting lagi, stroke menyebabkan 10% kematian terkait dengan kehamilan.

Sekitar 10% stroke terjadi sebelum persalinan, sementara 40% terjadi selama proses kelahiran. Sisanya terjadi setelah kelahiran bayi,umumnya dalam kurun waktu enam minggu pasca persalinan.

Gejala selama kehamilan

Secara umum, gejala stroke selama atau setelah kehamilan sama dengan gejala stroke lainnya. Namun, beberapa gejala stroke spesifik yang terlihat selama atau sesudah kehamilan bisa sedikit berbeda dari stroke umumnya. Diantaranya:

  • Sakit kepala: sakit kepala yang tidak mau hilang mungkin tanda dari stroke. Hal ini biasa terjadi pada stroke yang disebabkan oleh trombosis vena serebral. Biasanya sakit kepala ini lebih intens, atau bertahan lebih lama, dari sakit kepala umumnya. Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter bila mengalami sakit kepala ini disertai dengan penglihatan ganda, lemas, mati rasa, dan gejala stroke umumnya. Jenis sakit kepala lain yang harus selalu Anda waspadai dan segera pergi ke rumah sakit bila sampai terjadi adalah sakit kepala ‘thunderclap.’
  • Penglihatan ganda: penglihatan ganda adalah gejala stroke langka, tetapi bisa terjadi pada trombosis vena serebral atau aneurisma otak. Pada kedua kasus tersebut, selalu disertai dengan sakit kepala.
  • Pusing atau vertigo: tekanan darah tinggi dapat sangat mempengaruhi fungsi pembuluh darah di daerah belakang otak, beberapa di antaranya mengendalikan keseimbangan. Dan wanita yang menderita tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat menderita stroke – yang gejala pertamanya adalah pusing dan/atau vertigo. Stroke tersebut juga dapat menyebabkan mual atau muntah.
  • Penglihatan kabur: karena lobus oksipital, yang memproses sensor penglihatan dalam otak terletak di daerah belakang otak, tekanan darah tinggi pada wanita hamil juga bisa menyebabkan pandangan kabur. Hal ini biasanya terjadi sebagai akibat dari sindrom posterior leukoencephalopathy reversibel.
  • Kejang-kejang: Kejang dapat terjadi pada stroke jenis apapun. Bahkan, kejang adalah tanda pertama dari sebagian kecil semua jenis stroke. Namun, kejang dapat merupakan gejala umum dari posterior leukoencephalopathy reversibel dan stroke hemoragik, yang keduanya dapat terjadi bila Anda memiliki tekanan darah tinggi. Meskipun jarang terjadi, stroke tersebut dapat berlangsung baik selama atau setelah kehamilan.
  • Kebingungan atau lesu: perdarahan berat atau pembengkakan di dalam otak dapat menyebabkan kantuk ekstrem dan/atau kebingungan. Hal ini dapat terjadi karena posterior leukoencephalopathy reversibel, trombosis vena serebral, tekanan darah tinggi, dan bentuk lain dari stroke pada kehamilan.

Penting untuk meminta bantuan medis bila Anda mengalami gejala-gejala ini, sehingga dokter dapat memutuskan penyebabnya.

Faktor pemicu

Beberapa faktor risiko stroke pada kehamilan sama seperti pemicu pada stroke lainnya, yaitu usia yang lebih tua, obesitas, migrain, merokok, dan penyakit jantung. Tetapi beberapa faktor risiko ada yang khusus untuk kehamilan, termasuk diabetes gestasional, hipertensi gestasional (tekanan darah tinggi), dan peningkatan perdarahan setelah melahirkan. Hipertensi terutama sangat penting, mengingat sepertiga dari stroke yang berhubungan dengan kehamilan berhubungan dengan tekanan darah tinggi.

Sumber