Masalah Kognitif Akibat Stroke

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Setiap detik Anda menerima sejumlah besar informasi dari dunia di sekitar Anda, otak akan memahami, mengatur dan menjaga informasi tersebut. Hal ini disebut kognisi.

Jika kognisi terpengaruh, maka Anda akan merasa sulit berkonsentrasi atau mengingat hal-hal tertentu. Anda juga dapat merasa sulit mengetahui bagaimana cara melakukan sesuatu atau mengetahui bagaimana menanggapi apa yang terjadi di sekitar Anda. Hal ini disebut masalah kognitif atau gangguan kognitif.

Masalah kognitif terjadi karena kerusakan otak. Masing-masing bagian dari otak Anda mengontrol hal-hal yang berbeda. Jika bagian dari otak yang mengontrol kognisi telah rusak karena stroke, maka dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan hal-hal tertentu.

Masalah kognitif umum terjadi setelah stroke dan kebanyakan orang mengalami beberapa kesulitan di atas.

Mendeteksi masalah kognitif

Sulit untuk menyadari masalah kognitif ketika Anda sedang dirawat di rumah sakit. Pada unit stroke terdapat banyak hal yang terjadi dan Anda cenderung mendapatkan banyak bantuan (perawat akan mengingatkan untuk minum obat Anda atau membantu Anda menemukan jalan sekitar).

Karena itulah, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah kognitif akibat stroke sampai mereka kembali ke rumah. Bahkan Anda mungkin tidak menyadari sampai Anda kembali bekerja atau mulai melakukan kegiatan lain seperti mengemudi.

Ketika Anda berada di rumah sakit, tim stroke harus menyelesaikan penilaian untuk mengetahui apakah Anda memiliki masalah kognitif. Namun, penilaian kognitif hanya akan menangkap masalah berat. Penilaian yang lebih rinci diperlukan untuk mengetahui masalah yang gejala tidak terlalu jelas, tapi ini lebih jarang digunakan.

Masalah apa saja yang dapat terjadi akibat gangguan kognitif?

Masalah konsentrasi

Otak Anda menerima sejumlah besar informasi setiap detik. Agar dapat berkonsentrasi Anda, perlu memutuskan informasi apa yang ingin difokuskan dan informasi apa yang ingin diabaikan. Kebanyakan orang merasa konsentrasi mereka terpengaruh setelah stroke, terutama pada tahap awal.

Masalah konsentrasi dapat mempengaruhi Anda dalam berbagai aspek, karena kita mengandalkan konsentrasi untuk semua proses pemikiran. Jika Anda tidak berkonsentrasi, Anda tidak dapat menyerap informasi, dan Anda tidak akan dapat mengingatnya nanti atau bagaimana untuk menanggapinya.

Efek lain dari stroke dapat membuat konsentrasi Anda lebih buruk. Kelelahan, rasa sakit, atau masalah emosional seperti depresi, semua dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk menerima informasi dan tetap fokus.

Masalah memori

Kita menyimpan semua jenis informasi dalam memori kita. Kita mengingat hal-hal untuk jangka waktu yang berbeda, itulah sebabnya mengapa kita memiliki memori jangka pendek dan memori jangka panjang.

Memori jangka pendek Anda bagaikana gudang sementara untuk informasi. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengingat hal-hal dalam waktu yang cukup lama agar Anda dapat menggunakannya di masa depan. Ketika Anda membaca nomor telepon, misalnya, Anda menggunakan memori jangka pendek untuk mengingat nomor selama beberapa detik lalu segera menelepon. Beberapa orang juga menyebutnya memori kerja. Jika Anda perlu mengingat sesuatu selama lebih dari ini, pindahkan ke memori jangka panjang Anda.

Banyak orang memiliki masalah dengan memori mereka setelah stroke, terutama pada minggu-minggu dan bulan-bulan pertama. Namun, mereka tidak selalu menderita masalah dengan memori itu sendiri.

Sebagian besar masalah memori sebenarnya disebabkan oleh masalah konsentrasi, karena jika Anda tidak dapat fokus pada apa yang diberitahukan pada Anda, Anda tidak akan mampu mengingatnya nanti. Jadi jika Anda mengalami masalah memori Anda, Anda juga harus berpikir tentang cara-cara untuk meningkatkan konsentrasi Anda.

Masalah perencanaan dan pemecahan masalah (fungsi eksekutif)

Selain mampu mengambil dan menyimpan informasi, otak kita melakukan berbagai macam proses berpikir lainnya. Dokter dan terapis menyebutnya fungsi eksekutif.

Fungsi eksekutif bukan hanya tentang perencanaan dan pemecahan masalah, juga mencakup semua hal-hal yang memungkinkan kita untuk mengatur, membuat keputusan, dan tahu kapan kita perlu melakukan sesuatu. Hal ini juga melibatkan cara kita memantau apa yang terjadi di sekitar kita dan menyesuaikan apa yang kita pikirkan dan lakukan ketika menanggapinya.

Masalah memperhatikan hal-hal di satu sisi (mengabaikan tata ruang)

Stroke dapat merusak otak Anda sehingga tidak lagi menerima informasi dari satu sisi tubuh Anda. Jika hal ini terjadi, Anda mungkin tidak menyadari apa pun di salah satu sisi, biasanya di sisi tubuh yang terpengaruh stroke. Ini disebut pengabaian atau kurangnya perhatian.

Jenis-jenis masalah ini akan sangat jelas terlihat bagi orang-orang di sekitar Anda, tetapi Anda mungkin tidak menyadari adanya sesuatu yang salah. Hal ini karena otak Anda tidak tahu bahwa ada sesuatu yang hilang. Jadi, Anda tidak akan menyadari telah kehilangan piring makanan sampai ada orang yang memberitahukannya pada Anda.

Masalah bergerak atau pengendalian tubuh (apraxia)

Setiap kali kita bergerak, otak kita harus merencanakan apa yang ingin tubuh kita lakukan dan memastikan melakukannya dalam urutan yang benar. Stroke dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan hal ini, sehingga sulit untuk menggerakkan bagian tubuh dengan cara yang Anda inginkan. Hal ini disebut apraxia, meskipun beberapa orang menyebutnya dyspraxia.

Jika Anda memiliki apraxia, Anda akan merasa sulit untuk bergerak ketika diminta, meskipun Anda memahami persis bagaimana cara melakukannya. Hal ini karena apraxia merupakan masalah pada perencanaan gerakan. Jadi meskipun Anda tidak bisa melambai dengan benar ketika diminta untuk melambaikan tangan, Anda dapat melambai tanpa masalah secara refleks ketika mengucapkan selamat tinggal, karena Anda melakukannya tanpa berpikir.

Apraxia sangat umum terjadi setelah stroke dan mungkin membutuhkan waktu cukup lama untuk memperbaiki, juga bisa sulit untuk menyadarinya. Sangat sering orang beranggapan bahwa masalah mereka adalah fisik. Namun, dokter atau terapis harus mampu mendeteksi apraxia melalui penilaian yang mereka lakukan dengan Anda.

Masalah pergerakan dan menemukan jalan sekitar Anda (persepsi visual)

Kita menggunakan informasi dari mata kita untuk menentukan ukuran, bentuk, dan posisi dari obyek yang kita lihat. Otak kita menggunakannya untuk mengetahui seberapa jauh benda tersebut, di mana, dan kaitannya dengan hal-hal lain. Hal ini disebut visual or spatial perception.

Kebingungan dan penolakan (anosognosia)

Kadang-kadang setelah stroke, orang tidak mampu mengenali efek yang terjadi pada mereka. Jadi, Anda mungkin tidak tahu bahwa Anda telah kehilangan gerakan di lengan atau kaki, misalnya. Ini disebut anosognosia.

Jika Anda mengalami kebingungan, itu dikarenakan masalah gerakan atau visual, meskipun dapat disebabkan masalah lain juga. Orang yang memiliki pengabaian lebih besar kemungkinan mengalami anosognosia.

Anosognosia bisa sangat menyedihkan, karena Anda mungkin tidak mengerti mengapa Anda berada di rumah sakit atau mengapa orang berpikir Anda tidak bisa melakukan hal-hal untuk diri sendiri. Kami tidak benar-benar mengerti mengapa hal itu terjadi, tapi kondisi ini bisa sangat umum, terutama pada tahap awal setelah stroke. Hal ini dapat datang dan pergi, sehingga Anda mungkin tidak mengalaminya sepanjang waktu. Namun, biasanya akan membaik dan hanya berlangsung beberapa hari atau minggu dalam kebanyakan kasus. Hanya sejumlah kecil orang terus mengalami anosognosia selama berbulan-bulan setelah stroke.

Sumber