Kenapa Perempuan Lebih Berisiko Terkena Stroke Dibanding Laki-laki

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Perempuan memiliki faktor risiko stroke lebih tinggi dibandingkan laki-laki, tapi hal ini dapat dikurangi dengan tetap menjaga kesehatan sepanjang hidup.

Mengonsumsi pil KB dapat mempengaruhi risiko seorang wanita terhadap stroke. Migrain dan menopause juga merupakan salah satu faktor pemicu stroke. Meskipun wanita memiliki risiko stroke yang lebih tinggi daripada laki-laki (stroke merupakan kematian nomor tiga pada wanita, sedangkan pada laki-laki adalah penyebab kematian kelima) banyak wanita yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki sejumlah faktor pemicu risiko.

Jika Anda seorang wanita, Anda memiliki banyak faktor risiko yang sama terhadap stroke dengan laki-laki, tapi risiko Anda juga dipengaruhi oleh hormon, kesehatan reproduksi, kehamilan, persalinan dan faktor lain yang berhubungan dengan gender.

Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan merokok merupakan faktor risiko stroke untuk perempuan maupun laki-laki. Tapi faktor risiko lain termasuk migrain dengan aura, fibrilasi atrium, diabetes, depresi, dan stres emosional, biasanya lebih sering terjadi pada wanita.

Kehamilan juga menyebabkan faktor risiko tersendiri pada stroke. Wanita yang pernah mengalami preeklampsia, alias kondisi tekanan darah tinggi selama kehamilan, memiliki risiko stroke dua kali lebih besar dan risiko tekanan darah tinggi empat kali lebih besar di kemudian hari.

Oleh karena itu, wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi harus mempertimbangkan untuk menggunakan aspirin dosis rendah dan suplemen kalsium saat hamil. Perempuan juga harus diperiksa kondisi tekanan darah tingginya sebelum menggunakan pil KB, karena dapat berkombinasi dan meningkatkan risiko stroke. Secara keseluruhan, risiko stroke pada perempuan akan makin tinggi setelah memasuki menopause, karena menopause meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Para peneliti menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengembangkan sistem penilaian risiko stroke bagi perempuan. Diperkirakan 53,5% dari stroke baru atau berulang setiap tahun terjadi pada wanita, dan lebih dari 55.000 perempuan meninggal akibat stroke setiap tahun dibandingkan laki-laki.

Namun, kematian akibat stroke secara keseluruhan berada pada tingkat penurunan. Para ahli mengaitkan fenomena ini dengan semakin sedikitnya orang yang merokok dan ada upaya yang lebih besar untuk mengontrol kondisi seperti diabetes dan hipertensi.

Perempuan pernah dianggap berisiko stroke lebih rendah dibandingkan pria karena kemungkinan obesitas yang lebih rendah. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa wanita sekarang 61,8% cenderung memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibandingkan dengan 43,7% persen laki-laki. Perempuan juga lebih mungkin menjadi gemuk sebelum menopause daripada zaman dulu.

Hasil laporan penelitian menyarankan, perlu ada pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana obesitas dan kelebihan lemak di perut dapat mempengaruhi risiko stroke yang berbeda pada pria dan wanita. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai pencegahan stroke yang lebih efektif.

Sumber