Dapatkah Teknologi Membantu Pemulihan Stroke?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Perkembangan baru dalam perawatan dan penelitian stroke memberikan manfaat berharga dan meningkatkan kualitas hidup bagi penderita stroke. Perawatan stroke mengalami kemajuan pada banyak aspek, dimulai dari pencegahan, diagnosis, pengobatan, pemulihan, dan rehabilitasi sehingga kehidupan penderita stroke dan mereka yang peduli terhadap stroke semakin terjamin.

Mengenai pemulihan dan rehabilitasi stroke, sekarang telah diketahui bahwa otak memiliki kemampuan untuk memulihkan stroke melalui proses yang disebut neuroplastisitas.

Ini adalah kemampuan neuron sehat di otak untuk ‘mengambil alih’ beberapa fungsi untuk memaksimalkan pemulihan setelah stroke. Tantangan mengenai neuroplastisitas yaitu belajar bagaimana memanfaatkan dan memaksimalkan pemulihan yang optimal. Banyak penelitian stroke diarahkan pada menggunakan kemampuan alami tubuh, sambil belajar bagaimana mendorong pemulihan seoptimal mungkin.

Teknologi memainkan peran penting dalam perkembangan perawatan stroke, memungkinkan para ilmuwan untuk mengarahkan pemulihan dan juga untuk mengevaluasi apakah metode baru perawatan stroke efektif.

Sebuah eksperimen penelitian yang menarik menjelaskan penggunaan panduan komputer terhadap rehabilitasi stroke. Jurnal ‚ÄúRehabilitative Medicine‚ÄĚ pada bulan Februari 2014 menjelaskan sebuah penelitian di Jepang yang dirancang untuk mengevaluasi metode inovatif rehabilitasi yang dibantu komputer. Selama tahap pertama penelitian, pasien berusaha untuk menggerakkan jarinya saat menerima rangsangan listrik ke tangannya. Langkah ini merupakan dasar percobaan.

Kemudian tahap kedua dari penelitian adalah menggunakan metode bantuan komputer pada latihan rehabilitatif yang dilakukan dan dipantau untuk perbandingan.

Pada fase kedua, pasien akan melakukan gerakan serupa pada jari-jarinya saat menerima metode yang sama dari stimulasi listrik. Tapi kali ini ia menerima rangsangan listrik ke tangannya hanya saat area motorik yang sesuai dari otaknya sudah aktif dengan upaya spontannya sendiri. Ketika gerakan jari dan stimulasi listrik sudah dikoordinasikan dengan aktivitas otak motorik yang sesuai, tanda-tanda peningkatan fungsi otak terdeteksi pada otak dan tubuh. Tes darah dan saraf diperoleh selama panduan non-komputer stimulasi listrik dan dibandingkan dengan tes darah dan penelitian yang diperoleh selama rangsangan listrik komputer.

Studi ini secara obyektif mengukur tanda-tanda peningkatan fungsi otak yang secara signifikan lebih baik bila dibandingkan dengan pengukuran awal yang diperoleh selama fase bantuan non-komputer. Penelitian yang menarik ini menunjukkan bahwa mungkin ada potensi pada rehabilitasi bantuan komputer untuk beberapa pasien yang pulih dari kerusakan jaringan otak akibat stroke. Ketika rangsangan listrik menyesuaikan diri dengan aktivasi motorik di otak, stimulasi listrik tampaknya lebih efektif, yang mungkin memiliki implikasi besar dalam pemulihan stroke.

Banyak aspek perawatan dan manajemen pasca stroke telah maju dalam beberapa tahun terakhir ini. Upaya perbaikan prognosis setelah stroke dan fokus pada rehabilitasi selama pemulihan dapat memungkinkan lebih banyak kebebasan dan fungsi sehari-hari yang lebih baik untuk penderita stroke.

Sumber