Mengenal Pengobatan untuk Hipertensi Paru-paru

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Pulmonary Hypertension (PH) atau hipertensi paru-paru adalah tekanan darah tinggi di dalam arteri yang menuju paru-paru. Jika Anda mengalaminya, pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menjadi keras dan sempit. Jantung Anda perlu bekerja lebih keras untuk memompa darah. Seiring berjalannya waktu, jantung akan melemah dan tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik sehingga menyebabkan gagal jantung.

Gejala hipertensi paru-paru yaitu:

  • Sesak nafas saat melakukan rutinitas
  • Merasa lelah
  • Nyeri dada
  • Detak jantung berdebar kencang
  • Nyeri pada bagian kanan atas perut
  • Menurunnya nafsu makan

Kondisi yang memburuk, membuat Anda sulit melakukan aktivitas fisik.

Ada dua jenis utama hipertensi paru-paru. Jenis pertama, ia menurun pada keluarga dan muncul tanpa alasan tertentu. Jenis lainnya berhubungan dengan kondisi lain, biasanya penyakit jantung atau paru-paru.

Sampai saat ini tidak ada cara untuk menyembuhkan hipertensi paru-paru. Pengobatan seperti pengobatan penyakit jantung atau paru-paru, obat-obatan, oksigen dan transplantasi paru-paru, hanya dapat mengendalikan gejala

Apa saja pengobatan untuk hipertensi paru-paru?

Obat untuk hipertensi paru-paru merupakan obat-obatan yang bertugas mengurangi tekanan darah pada paru-paru. Obat tersebut digunakan untuk menangani hipertensi paru-paru dengan mekanisme yang berbeda-beda untuk mengurangi tekanan darah arteri paru-paru.

Obat untuk hipertensi paru-paru dapat meliputi:

  • Blood vessel dilators (vasodilators). Vasodilator membuka pembuluh darah yang menyempit. Epoprostenol (Flolan) adalah salah satu vasodilator yang umum digunakan untuk hipertensi paru-paru. Kekurangan dari epoprostenol adalah efeknya yang hanya bertahan selama beberapa menit. Obat ini disuntikkan terus menerus dengan kateter intravena (IV) melalui pompa kecil yang Anda gunakan pada sabuk atau pundak. Anda harus mengerti bagaimana menyiapkan campuran obat, mengoperasikan pompa, dan merawat kateter IV. Anda akan memerlukan perawatan lanjutan yang komprehensif. Potensi efek samping meliputi nyeri pada rahang, mual, diare, kram kaki, dan nyeri atau infeksi pada area IV.
  • Iloprost (Ventavis) mencegah permasalahan dengan cara dihirup setiap 3 jam dengan nebulizer, mesin yang menguapkan obat, membuat obat lebih mudah digunakan, dan mengurangi rasa sakit pada penggunaannya. Karena penggunaannya yang dihirup, obat langsung masuk ke dalam paru-paru. Efek samping iloprost meliputi nyeri dada yang disertai sakit kepala dan mual, serta sesak napas.
  • Diuretik. Obat-obatan ini dapat mengeluarkan kelebihan cairan pada tubuh dan mengurangi jumlah beban kerja pada jantung. Diuretik juga bisa digunakan untuk membatasi menumpuknya cairan pada paru-paru.
  • Dosis tinggi calcium channel blockers. Obat-obatan ini membantu merilekskan otot pada dinding pembuluh darah, yang meliputi amlodipine (Norvasc), diltiazem (Cardizem, Tiazac, dll) dan nifedipine (Adalat, Procardia). Calcium channel blockers bekerja efektif, tapi hanya beberapa orang dengan hipertensi paru-paru yang merespon obat-obatan ini.
  • Endothelin receptor antagonists. Obat-obatan ini membalikkan efek endothelin, zat pada dinding pembuluh darah yang membuatnya menyempit. Bosentan (Tracleer) dapat meningkatkan tingkat energi. Jangan gunakan apabila Anda sedang hamil. Jika Anda menggunakan bosentan, Anda perlu melakukan pemeriksaan hati/liver, dalam waktu bulanan karena bosentan dapat merusak hati. Ambrisentan (Letairis) adalah obat yang menghentikan penyempitan pembuluh darah. Obat ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati jika tidak digunakan dengan semestinya, dan tidak boleh digunakan saat kehamilan. Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter tentang kondisi hati/liver Anda.
  • Anticoagulant. Dokter mungkin akan meresepkan antikoagulan warfarin (Coumadin, Jantoven) untuk membantu mencegah pembekuan darah pada arteri kecil paru-paru. Karena mencegah pengentalan darah, antikoagulan meningkatkan risiko komplikasi perdarahan. Konsumsi warfarin persis sesuai yang diresepkan, karena warfarin dapat menyebabkan efek samping serius jika digunakan tidak tepat. Jika Anda menggunakan warfarin, dokter akan meminta tes darah secara berkala untuk melihat bagaimana obat-obatan ini bekerja. Obat-obatan lain, suplemen herbal, dan makanan dapat berinteraksi dengan warfarin, pastikan dokter Anda mengetahui semua pengobatan yang Anda gunakan.
  • Sildenafil dan tadalafil. Sildenafil (Revatio, Viagra) dan tadalafil (Cialis, Adcirca) kadang juga dapat digunakan untuk mengobati hipertensi paru-paru. Obat-obatan ini bekerja dengan membuka pembuluh darah pada paru-paru untuk melancarkan aliran darah. Efek samping meliputi sakit perut, pusing, dan masalah penglihatan.
  • Oksigen. Dokter dapat merekomendasi pernafasan dengan oksigen murni atau terapi oksigen untuk menangani hipertensi paru-paru, terutama jika Anda tinggal di ketinggian atau memiliki sleep apnea. Beberapa orang dengan hipertensi paru-paru akan memerlukan terapi oksigen secara konstan.

Dokter Anda akan menentukan pengobatan yang terbaik untuk Anda. Anda akan diawasi selama pengobatan untuk melihat efek samping dan respon Anda terhadap pengobatan. Jangan berhenti menggunakan obat tanpa sepengetahuan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber