Mengenal Obat-obatan untuk Kondisi Hipertensi Darurat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Tekanan darah tinggi adalah kondisi yang kronis, dan kerusakan yang diakibatkan pada pembuluh darah serta organ biasanya terjadi dalam beberapa tahun.

Pada kasus tertentu, tekanan darah bisa naik dengan cepat dan cukup serius sehingga bisa dikatakan krisis hipertensi. Untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas, evaluasi dini pada fungsi organ dan kenaikan tekanan darah pada tingkat ini sangatlah penting untuk menentukan penanganan yang tepat.

Konsekuensi dari tekanan darah yang tak terkontrol bisa menjadi serius dan meliputi masalah kardiovaskular, seperti:

  • Serangan jantung
  • Angina (nyeri dada yang tidak stabil)
  • Edema paru-paru (cairan pada paru-paru)

Hipertensi darurat adalah peningkatan tekanan darah yang akut dan serius, disertai dengan kompromi organ-bagian akhir yang meliputi gagal ginjal akut akibat nephrosclerosis, keterlibatan ocular dengan retinal exudates, hemorrhages atau papilledema, hypertensive encephalopathy, stroke akut atau intracranial hemorrhage, acute myocardial infarction, aortic dissection, dan eclampsia.

Hypertensive encephalopathy menandakan adanya edema otak dan kehilangan integritas vaskular. Jika tidak ditangani, hypertensive encephalopathy bisa menyebabkan kejang dan koma. Aortic dissection diasosiasikan dengan peningkatan parah pada tekanan darah sistemik dan wall stress, sehingga perlu segera diturunkan pada tekanan darah dan dilakukan operasi darurat untuk diseksi tipe A untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas.

Apa saja obat untuk darurat hipertensi?

Obat untuk darurat hipertensi diberikan secara parenteral untuk segera menurunkan tekanan darah, karena pada tahap tersebut bisa mengancam nyawa penderitanya. Penurunan tekanan darah harus langsung dilakukan, tapi dengan hati-hati. Namun, respon hipotensi yang berlebihan juga dapat membahayakan dan menyebabkan komplikasi iskemik seperti stroke, infarksi myocardial atau kebutaan. Maka, pasien yang mengalami hipertensi serius, tapi asimtomatik, bisa diberikan agen oral untuk menurunkan tekanan darah secara perlahan.

Biasanya obat yang digunakan untuk darurat hipertensi adalah vasodilator, yang melebarkan pembuluh darah dan mengurangi tekanan darah.

Beberapa kondisi spesifik dan agen, yaitu:

Aortic dissection akut:

  • Labetalol IV continuous drip
  • Esmolol IV, bolus kemudian continuous drip
  • Nicardipine IV continuous drip (setelah beta blocker)
  • Nitroprusside continuous drip (setelah beta blocker)

Edema paru-paru akut:

  • Nitroglycerin sublingual, topikal, atau IV continuous drip
  • Enalaprilat IV
  • Furosemide IV
  • Nitroprusside IV

Sindrom koroner akut

  • Nitroglycerin sublingual, topikal, atau IV continuous drip
  • Beta blocker, seperti metoprolol atau labetalol bolus therapy

Krisis simpatetik akut

  • Benzodiazepine IV bolus
  • Nitroglycerin sublingual, topikal, atau IV continuous drip
  • Phentolamine
  • Verapamil IV bolus

Gagal ginjal akut

  • Labetalol bolus
  • Nicardipine IV continuous drip
  • Fenoldopam IV continuous drip
  • Dialisis

Hypertensive encephalopathy

  • Nicardipine IV continuous drip
  • Labetalol IV continuous drip
  • Fenoldopam IV continuous drip

Subarachnoid hemorrhage

  • Labetalol IV continuous drip
  • Nicardipine IV continuous drip
  • Esmolol IV, bolus, kemudian continuous drip

Intracranial hemorrhage

  • Labetalol IV bolus, atau continuous drip
  • Nicardipine IV continuous drip
  • Esmolol IV, bolus, kemudian continuous drip

Hipertensi post-operasi akut

  • Nicardipine IV continuous drip
  • Labetalol IV bolus, atau continuous drip
  • Esmolol IV, bolus kemudian continuous drip

Jika Anda memiliki tekanan darah 180 ke atas pada bagian atas dan 110 ke atas pada bagian bawah, dan memiliki gejala kerusakan organ (nyeri dada, sesak nafas, sakit punggung, mati rasa/kelemahan, perubahan pada penglihatan, kesulitan berbicara), jangan tunggu tekanan darah menurun dengan sendirinya. Segera cari pertolongan medis darurat.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber