Mengenal Obat-obatan Antiaritmia Grup IV

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Obat-obatan yang mencegah atau mengobati aritmia jantung disebut antiaritmia. Obat-obatan antiaritmia digolongkan berdasarkan penggunaannya dalam 5 kelompok.

Kelompok IV meliputi calcium channel blockers. Calcium channel blockers mencegah kalsium memasuki sel jantung dan dinding pembuluh darah, akibatnya tekanan darah jadi lebih rendah. Calcium channel blockers atau disebut juga sebagai kalsium jahat, merilekskan dan melebarkan pembuluh darah dengan mempengaruhi sel otot pada dinding arteri.

Calcium channel blockers adalah obat-obatan resep yang merilekskan pembuluh darah serta meningkatkan persediaan darah dan oksigen pada jantung dan juga meringankan beban pekerjaan jantung. Beberapa calcium channel blockers juga memiliki keuntungan seperti memperlambat detak jantung, yang dapat mengurangi tekanan darah, meringankan nyeri dada (angina) dan mengendalikan detak jantung yang tidak teratur. Contoh dari calcium channel blockers meliptui:

  • Amlodipine (Norvasc)
  • Diltiazem (Cardizem, Tiazac)
  • Felodipine
  • Isradipine
  • Nicardipine (Cardene SR)
  • Nifedipine (Procardia)
  • Nisoldipine (Sular)
  • Verapamil (Calan, Verelan, Covera-HS)

Peran antiaritmia grup IV pada penanganan penyakit jantung

Calcium channel blockers dapat diberikan untuk penderita tekanan darah tinggi (terutama pada keturunan Afrika-Amerika), penyakit arteri koroner, kejang koroner, angina (nyeri dada), kelainan ritme jantung, hypertrophic cardiomyopathy, gagal jantung diastolik, sindrom Raynaud’s dan hipertensi paru-paru.

Calcium channel blockers dapat digunakan untuk menangani gagal jantung diastolik. Gagal jantung diastolik terjadi saat jantung memiliki kesulitan mengisi darah.

Calcium channel blockers memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah dengan menghambat impuls elektrik yang menyebabkan otot jantung berkontraksi dan memompa darah. Dengan merilekskan jaringan otot pada pembuluh darah, calcium channel blockers dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mempermudah darah mengalir di pembuluh darah.

Calcium channel blockers dapat membantu jantung terisi dengan darah karena calcium channel blockers memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah. Jika jantung berdetak lebih pelan, lebih banyak waktu yang tersedia untuk mengisi darah di antara setiap detaknya. Calcium channel blockers juga dapat merilekskan otot jantung. Tekanan darah yang lebih rendah dapat membantu penanganan gagal jantung diastolik karena jantung tidak perlu bekerja terlalu keras ketika memompa darah.

Calcium channel blockers biasanya tidak digunakan untuk gagal jantung sistolik, di mana jantung mengalami kesulitan memompa darah keluar.

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan antiarrhytmic kelompok IV. Beritahu dokter jika Anda sedang atau berencana hamil atau tengah menyusui. Beritahu juga dokter Anda pengobatan apa saja yang Anda gunakan, termasuk suplemen natural, dan herbal. Beritahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap pengobatan antiarrhythmic kelompok IV.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber