Cara Merawat Anak Anda Setelah Transplantasi Jantung

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Bukanlah sesuatu yang tidak umum bagi bagi anak-anak mengalami infeksi, seperti infeksi dada atau luka yang terinfeksi, ketika menjalani operasi dan perawatan intensif. Beberapa anak juga memiliki reaksi tidak cocok terhadap beberapa jenis pengobatan.

Kebanyakan anak pulih sangat cepat. Anak Anda akan memiliki bekas luka pada bagian tengah dada dan beberapa bekas luka kecil akibat tabung penyerap. Bekas luka akan cepat memudar pada anak-anak, tapi kemungkinan akan tetap berbekas. Luka kecil pada tangan dan leher biasanya akan benar-benar hilang.

Untuk beberapa hari setelah operasi, anak Anda akan berada di area yang dijaga ketat agar bebas infeksi dan pengobatannya akan disesuaikan.

Anak Anda dianjurkan untuk bangun dari tempat tidur secepatnya dan bisa makan dan minum seperti biasa. Ada beberapa waktu di mana penolakan tubuh terhadap jantung baru bisa terjadi, dan perlu untuk segera ditangani.

Anda mungkin bisa tinggal dengan anak Anda tidak jauh dari rumah sakit sementara waktu, untuk melihat bagaimana respon anak Anda terhadap pengobatan sebelum Anda pulang.

Setelah Anda sampai rumah, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menjaga anak Anda dari infeksi dan menyiapkan persediaan obat-obatan. Anda juga perlu melakukan pemeriksaan kembali ke rumah sakit.

Obat-obatan akan membuat kondisi anak Anda membaik setelah transplantasi, tapi terdapat beberapa efek samping, seperti:

  • Meningkatnya jumlah rambut pada tubuh. Bisa membaik setelah 6 bulan dan dapat diatasi menggunakan krim perontok bulu.
  • Berat badan naik dengan pesat jika menggunakan steroid, terutama pada beberapa bulan pertama.
  • Tangan yang gemetaran pada beberapa bulan pertama.
  • Gusi membengkak.
  • Mual.
  • Psikologi bermasalah, terhadap jantung yang baru atau bekas luka, contohnya.

Setiap anak berbeda, tapi jika Anda merasa ada efek samping, tanyakan pada tim transplantasi petunjuk lebih lanjut.

Tes darah harus dilakukan untuk memantau kadar obat-obatan anti-penolakan. Tes awalnya bisa sering dilakukan, kemudian berubah setiap beberapa bulan sekali.

Jika anak Anda dalam usia sekolah, mungkin terjadi beberapa kendala dalam membuat anak Anda kembali bersekolah. Tanyakan pada anak Anda, apa yang mereka inginkan agar teman-temannya tahu, dan siapa yang harus memberitahunya. Beberapa anak tidak ingin mendiskusikan tentang transplantasi sampai mereka terbiasa. Sekolah perlu mengetahui beberapa informasi penting, seperti bagaimana menangani bagian penolakan akut, dan efek akibat absen yang terlalu lama, seperti ketinggalan pelajaran. Beberapa anak akan menjadi pusat perhatian, karena ia tidak masuk sekolah untuk waktu yang lama. Tim psikolog khusus transplantasi dapat memberi saran dalam menangani permasalahan seperti ini.

Beberapa orangtua merasa anak lainnya di keluarga jadi bermasalah dan sulit diajak bekerja sama. Mintalah bantuan anggota keluarga lainnya, seperti kakek atau nenek, untuk memberi mereka perhatian agar mereka tidak merasa terabaikan.

Banyak orang mengira, dengan jantung yang baru, masalah pada anak Anda sudah berakhir. Transplantasi bukanlah penyembuhan, transplantasi hanya membantu kondisi yang mengancam hidup menjadi kondisi yang dapat ditangani secara medis. Anda akan menyadari intervensi medis pada kehidupan anak Anda, dan masa depan yang tidak pasti. Transplantasi dilakukan bukan hanya untuk memberi kesempatan untuk anak Anda bertahan hidup, tapi juga kesempatan untuk memperoleh kualitas hidup anak Anda yang lebih baik.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber