Benarkah Menyusui Dapat Menyehatkan Arteri?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Wanita muda yang menyusui mungkin memiliki arteri yang lebih sehat beberapa tahun berikutnya, dibandingkan dengan ibu yang memberi bayi susu botol, demikian dikatakan menurut studi baru.

Telah lama dilaporkan bahwa menyusui adalah pilihan tersehat bagi bayi. Namun ternyata, menyusui juga baik untuk ibu.

Studi menunjukkan: lebih dari 800 wanita AS yang melahirkan setidaknya sekali, yang menyusui dalam periode yang lebih lama, memiliki peluang yang lebih kecil untuk mengalami penebalan dinding arteri saat mereka mencapai usia paruh baya.

Arteri karotid mengalirkan darah menuju jantung, dan penebalan dinding arteri diangap sebagai tanda awal atherosclerosis, atau penumpukan “plak” penyumbat arteri yang dapat mengakibatkan serangan jantung atau stroke.

Penebalan dinding arteri bisa dilihat sebagai penuaan vaskular. Dalam studi ini, wanita dengan penebalan dinding arteri terbesar terutama 3-5 tahun lebih tua – dalam hubungannya dengan kesehatan pembuluh darah.

Namun, masih ada pertanyaan: Apakah ini memang diakibatkan oleh menyusui?

Ini adalah studi yang menarik. Yang jelas terdapat hubungan antara menyusui dan penebalan dinding arteri, tapi artinya tidak begitu pasti.

Peneliti menunjukkan bahwa wanita menyusui, khususnya dalam waktu yang lebih lama, umumnya lebih langsing, berpendidikan lebih tinggi, dan lebih aktif secara fisik – baik dalam periode dewasa muda dan 20 tahun kemudian.

Para peneliti memperhitungkan faktor-faktor ini, dan masih menemukan hubungan statistik antara menyusui dan penebalan dinding arteri. Namun, sulit untuk mengambil kesimpulan bahwa menyusui adalah penyebab langsung.

Penemuan berdasarkan 846 wanita menyusui yang, di tahun 1980-an, mengikuti studi kesehatan kardiovaskular jangka panjang. Mereka berumur antara 18 dan 30 tahun pada saat itu. Semua wanita menjalani scan ultrasound arteri karotid 20 tahun setelah berpartisipasi dalam studi.

Wanita yang telah menyusui selama sebulan, atau tidak sama sekali, rata-rata memiliki dinding arteri yang lebih tebal. Wanita yang menyusui selama 10 bulan atau lebih memiliki arteri terjelas.

Peneliti setuju bahwa penemuan hanya menunjukkan hubungan daripada sebab akibat yang pasti, tapi mencurigai bahwa menyusui mungkin bermanfaat pada berat badan dan tekanan darah: Ketika tim peneliti menghitung berat badan dan tekanan darah peserta paruh baya, hal ini cukup menjelaskan hubungan antara menyusui dan kesehatan arteri.

“Hasilnya konsisten sesuai yang kami harapkan,” kata peneliti. Ketika wanita menyusui, tubuh melepaskan hormon oksitosin, yang peneliti lain telah hubungkan dengan tekanan darah yang lebih rendah.

Kehamilan adalah proses fisiologis yang sangat menekan, terutama pada sistem kardiovaskular dan metabolisme. Menyusui mungkin membantu “mengatur ulang” sistem tersebut setelah hamil.

Meskipun demikian, pertanyaan terbesar adalah apakah ibu menyusui sebenarnya memiliki peluang terkena serangan jantung dan masalah kardiovaskular lainnya yang lebih rendah. Peneliti masih harus terus mengikuti kelompok studi ini untuk menemukan jawabannya. Sementara itu, karena ASI dianggap sebagai nutrisi terbaik untuk bayi, para ibu telah memiliki alasan untuk menyusui. Potensi manfaat jangka panjang bagi jantung mungkin hanya menawarkan “lebih banyak motivasi”.

Peneliti menekankan bahwa wanita tidak harus merasa bersalah jika mereka tidak menyusui. Beberapa wanita tidak mampu, karena tuntutan pekerjaan. Wanita lain kesulitan menyusui – dalam kasus ini, mereka bisa meminta bantuan dari penyedia layanan kesehatan.

Ada banyak cara bagi wanita segala umur untuk meningkatkan kesehatan jantung, misalnya makan makanan sehat, berolahraga secara teratur dan tidak merokok.

Sumber