Vitamin D dan Manfaatnya Bagi Kanker Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Vitamin D adalah kelompok fat-soluble prohormone (zat yang mempunyai hanya sedikit aktivitas hormonal namun dapat diubah tubuh menjadi hormon). Vitamin D membantu tubuh menggunakan kalsium dan fosfor untuk membuat tulang dan gigi yang kuat. Kulit yang terekspos sinar matahari dapat menghasilkan vitamin D. Vitamin D juga bisa didapat dari makanan tertentu. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kerapuhan pada tulang yang disebut rakhitis pada anak-anak dan osteomalacia pada orang dewasa.

Vitamin D yang dibutuhkan dapat didapatkan dari paparan sinar matahari. Sumber dari makanan dapat meliputi ikan berlemak, minyak hati ikan, dan telur. Namun, vitamin D paling banyak ditemukan pada susu, jus, dan sereal. Vitamin D juga dapat didapat dari suplemen.

Apakah vitamin D berhubungan dengan kanker payudara?

Studi telah menemukan bahwa vitamin D dapat mengurangi risiko penyakit jantung, patah tulang, dan bahkan depresi. Sekarang, riset terbaru membuktikan bahwa pasien kanker payudara dengan kadar vitamin lebih pada darah cenderung dapat bertahan dibanding pasien dengan kadar vitamin yang rendah.

Para ahli riset menemukan bahwa wanita dengan kanker payudara yang memiliki kadar vitamin D yang rendah memiliki risiko kembalinya kanker 2 kali lebih besar, dan hampir 2 kali risiko kematian dibandingkan dengan wanita yang memiliki kadar vitamin D yang tinggi.

Data hewan menemukan potensi efek anticarcinogenic pada kalsium dan vitamin D dalam perkembangan kanker payudara. Asupan kalsium dan vitamin D yang lebih tinggi dapat dikaitkan dengan menurunnya risiko kanker payudara sebelum menopause. Perlindungan pada wanita yang belum menopause lebih ditujukan untuk tumor payudara yang agresif.

Pada ahli menemukan bahwa wanita dengan kadar vitamin D yang rendah lebih mudah terkena kanker payudara, di mana pasien kanker payudara dengan kadar vitamin D yang tinggi memiliki angka kematian yang lebih rendah sebanyak 50%. Metabolisme vitamin D meningkatkan komunikasi antara sel dengan mengaktifkan protein yang menghentikan pembelahan sel yang agresif. Selama adanya reseptor vitamin D, pertumbuhan tumor dapat dicegah dari penyebaran suplai darah.

Maka dari itu, vitamin D dipercaya memiliki peran penting dalam melindungi kanker payudara, di mana vitamin D membuat sel pada payudara lebih “pintar” karena terdapat reseptor vitamin D di jaringan payudara, dan vitamin D dapat mengikat reseptor tersebut. Hal ini dapat menyebabkan sel seperti oncogenes mati atau berhenti bertumbuh. Terlebih lagi, sel kanker tidak dapat menyebar pada bagian tubuh lainnya.

Penelitian lain menunjukkan keterkaitan kadar vitamin D dan rekurensi kanker payudara, ukuran tumor, dan kematian akibat kanker payudara. Hal-hal ini berkontribusi pada hasil di mana memiliki vitamin D yang cukup dapat menghindari memburuknya kondisi kanker.

Namun, hubungan antara kanker payudara dengan vitamin D sangatlah rumit, tidak sepenuhnya dimengerti, dan masih dalam proses penelitian. Studi lainnya menemukan hubungan respon-dosis, di mana setiap peningkatan kadar vitamin D dalam tubuh, terdapat penurunan risiko kanker payudara. Kebanyakan penelitian merupakan penelitian observasi, sehingga para peneliti tidak dapat memastikan apakah vitamin D dapat mencegah kanker payudara atau tidak.

Walau kebanyakan orang jarang memiliki asupan vitamin D yang tinggi, penting untuk mengingat bahwa kelebihan asupan nutrisi apapun, termasuk vitamin D, dapat menyebabkan efek yang beracun. Terlalu banyak vitamin D dapat berbahaya karena meningkatkan kadar kalsium, yang dapat menyebabkan kalsinosis (penumpukan garam kalsium pada jaringan lunak seperti ginjal, jantung atau paru-paru) dan hypercalcemia (tingginya kadar kalsium pada darah). Kadar maksimal asupan vitamin D yang aman untuk dewasa dan anak-anak di atas 8 tahun adalah 100 μg per hari (4000 IU per hari).

Keracunan akibat terlalu banyak vitamin D lebih sering terjadi akibat konsumsi suplemen vitamin D berlebih, dibandingkan dari makanan yang mengandung vitamin D. Paparan sinar matahari yang berlebih tidak akan menyebabkan keracunan vitamin D. Namun jangan meningkatkan produksi vitamin D dengan memperbanyak paparan sinar matahari karena dapat menyebabkan risiko kanker kulit. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber