USG Guided Core Needle untuk Biopsi Kanker Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

USG payudara adalah teknik pengambilan gambar pada layar untuk mengetahui kondisi tumor dan kelainan payudara lainnya. USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang kemudian akan menghasilkan gambar hidup dari bagian dalam payudara. USG tidak sama dengan rontgen dan CT scan karena ultrasound tidak menggunakan radiasi dan juga dianggap aman untuk wanita hamil dan sedang menyusui.

Selain digunakan untuk menentukan sifat kelainan pada payudara atau skrining kanker payudara, USG dapat digunakan untuk membantu dokter pada saat pembedahan dan pengangkatan jaringan yang ada pada benjolan di payudara. Proses ini yang disebut dengan panduan inti jarum (guided core needle) untuk biopsi payudara.

Mengapa USG Payudara harus dilakukan?

USG akan dilakukan jika pasien penderita kanker payudara atau dokter menemukan bagian yang tidak normal pada payudara. Benjolan payudara mungkin akan menakutkan. Namun, menurut Mayo Clinic, sekitar empat dari lima benjolan payudara bersifat jinak atau bukan kanker.

USG dan teknik pengambilan gambar tidak bisa menentukan apakah bagian abnormal payudara tersebut adalah kanker. Diagnosis ini hanya bisa dilakukan dengan mengambil sampel dari bagian abnormal payudara, dan diuji coba di laboratorium.

Risiko USG pada payudara

Karena teknik pengambilan gambar ini benar-benar tidak menggunakan radiasi, jadi USG payudara tidak menimbulkan risiko apapun. Tes menggunakan radiasi dianggap tidak aman bagi ibu hamil, sehingga metode USG lebh banyak dipilih dalam pemeriksaan payudara bagi wanita yang sedang hamil. Tes inu juga memliki gelombang ultrasound yang sama dengan gelombang yang digunakan untuk memantau perkembangan janin.

Bagaimana mempersiapkan USG

Persiapan untuk USG payudara sangat sedikit karena pasien hanya cukup mengekspos payudara untuk pengambilan gambar. Cara yang terbaik dalam USG yaitu menggunakan pakaian dua potong (atasan dan bawahan, bukan pakaian terusan) dan membuat janji untuk jadwal USG terlebih dahulu.

Dalam USG tidak diperbolehkan untuk menggunakan krim, lotion, atau kosmetik pda kulit payudara karena dapat mengganggu prosedur USG.

Bagaimana melakukan USG Payudara

Sebelum melakukan USG, dokter akan memeriksa payudara terlebih dahulu. Setelah itu pasien akan diminta untuk menanggalkan pakaian dari pinggang ke atas dan diminta untuk berbaring di meja USG.

Dokter akan menggunakan gel pada payudara pasien. Gel konduktif ini membantu untuk mendapatkan gelombang suara melalui kulit. Setelah itu, dokter kemudian akan menggunakan transduser pada payudara.

Transduser akan mengirim dan menerima gelombang suara yang berfrekuensi tinggi sehingga gelombang akan terpental dari struktur internal payudara. Kemudian transduser akan mencatat perubahan nada dan arah gelombang tersebut sampai menciptakan rekaman real-time payudara pada monitor komputer.

Ketika gambar telah didapatkan, dokter akan membersihkan gel payudara dan pasien diperbolehkan untuk mengenakan pakaiannya kembali.

Hasil USG payudara

Gambar payudara yang dihasilkan USG berupa gambar dalam hitam dan putih. Jika ada pertumbuhan kista dan tumor, maka gambar yang muncul akan gelap.

Jika hasil USG memiliki bagian yang gelap, tidak selalu berarti pasien memiliki kanker payudara. Kebanyakan benjolan pada payudara adalah bukan kanker. Oleh karena itu, pengujian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui ganas atau tidaknya benjolan yang ada pada payudara tersebut.

Berikut adalah kondisi yang dapat menyebabkan benjolan jinak pada payudara:

  • Adenofibroma : tumor jinak dari jaringan payudara
  • Penyakit payudara fibrokistik yang dapat menimbulkan rasa sakit dan payudara menjadi nyeri karena perubahan hormon
  • Papilloma intraductal: bentuknya kecil dan merupakan tumor jinak dari saluran susu
  • Nekrosis lemak mammary: benjolan yang dibentuk oleh jaringan lemak yang mati atau terluka.

Hasil gambar USG yang kabur akan sulit untuk ditafsirkan. Ahli radiologi akan meninjau hasil USG dan mengirimkannya ke dokter.

Jika dokter menemukan bentuk abnormal payudara dan memerlukan pengujian lebih lanjut, dokter akan langsung melakukan biopsi pada pasien. Dokter mungkin juga akan menggunakan USG dengan menggunakan jarum biopsi.

Sumber