Langkah-langkah Pemeriksaan Payudara Sendiri

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Pemeriksaan payudara sendiri adalah teknik pengecekan bagi wanita yang dapat dilakukan di rumah untuk memeriksa benjolan pada payudara. Tes ini kadang disebut dengan “sarari” atau “periksa payudara sendiri.” Sarari dapat membantu mendeteksi tumor, kista, atau ketidaknormalan pada payudara.

Ketika Anda berpikir untuk memeriksa kanker payudara, pemeriksaan sendiri dapat dipertimbangkan kurang efektif dibandingkan teknik lainnya seperti mammogram. Tetapi pemeriksaan yang dilakukan sendiri dapat membantu Anda mengenal bentuk, ukuran, dan tekstur payudara Anda sendiri. Hal ini sangat penting karena dapat membantu Anda menentukan apakah Anda merasa normal atau tidak. Ketika Anda merasa ada yang tidak normal pada payudara Anda, hubungi dokter.

Apa yang harus disiapkan sebelum pemeriksaan payudara sendiri?

Waktu terbaik untuk memeriksa payudara adalah beberapa hari setelah siklus menstruasi selesai. Karena perubahan hormon dapat mempengaruhi bentuk dan perasaan Anda terhadap payudara, pemeriksaan paling baik adalah ketika payudara Anda berada pada status yang normal.

Bagi wanita yang sudah tidak mengalami siklus menstruasi lagi sebaiknya memilih hari yang sama untuk melakukan tes, misalnya hari pertama setiap bulan. Sangat direkomendasikan untuk menulis jurnal atau catatan tentang bagaimana bentuk payudara Anda pada setiap pengecekan, untuk menemukan jika terjadi perubahan.

Bagaimana cara melakukan pemeriksaan payudara?

Langkah 1

Mulailah dengan berdiri di depan cermin tanpa mengenakan busana atasan, dengan kedua tangan di samping Anda. Cobalah teliti payudara Anda untuk melihat tanda-tanda berikut:

  • Ukuran dan bentuknya berubah atau tidak simetris
  • Ada lesung atau lekukan
  • Puting masuk
  • Mengerut
  • Batas bawah payudara tidak simetris

Periksa tanda ini ketika tangan Anda berada di samping Anda, lalu periksa lagi dengan tangan Anda berada di atas kepala, dan periksa lagi sambil mengangkat satu payudara bergantian.

Langkah 2

Gunakan ibu jari Anda (bukan bagian ujung jari, tapi pada bantalan jari). Periksa payudara Anda ketika berbaring dan ulangi lagi saat mandi. Air dan sabun saat mandi akan mempermudah jari Anda meluncur di atas kulit Anda.

Langkah 3

Berikan tekanan yang bervariasi dan pijatlah payudara menggunakan jari dengan gerakan membentuk spiral, dimulai dari puting. Telusuri hingga payudara bagian atas dekat dengan tulang selangka Anda hingga tulang dada, dan ke samping dekat dengan ketiak. Lakukan gerakan ini dengan meletakkan satu tangan di atas kepala ketika memijat payudara Anda dengan tangan lainnya.

Langkah 4

Terakhir, remas dengan lembut putting Anda untuk mengecek jika mengeluarkan sesuatu.

Risiko pemeriksaan payudara sendiri

Pemeriksaan sendiri tidak menimbulkan risiko medis, namun dapat menyebabkan rasa gelisah. Menemukan benjolan pada payudara memang dapat membuat Anda khawatir, namun 80-90% benjolan tidak bersifat kanker. Benjolan biasanya disebabkan oleh kondisi yang tidak bersifat kanker seperti fibrocystic breast disease.

Pemeriksaan payudara sendiri dapat mengurangi kemungkinan Anda harus menjalani biopsi payudara, prosedur operasi yang mengangkat sedikit jaringan payudara. Karena kebanyakan benjolan pada jaringan payudara tidak bersifat kanker, operasi seperti biopsi yang ternyata dibutuhkan malah dapat membuat wanita berisiko mengalami komplikasi langka, seperti perdarahan dan infeksi.

Setelah pemeriksaan payudara

Jika Anda menemukan benjolan atau ketidaknormalan, jangan panik. Ingatlah bahwa umumnya ketidaknormalan payudara ternyata bersifat non-kanker. Selain kanker, benjolan pada payudara dapat disebabkan oleh:

  • Adenofibroma: tumor yang tidak bersifat kanker pada jaringan payudara
  • Fibrocystic breast disease: benjolan menyakitkan pada payudara yang disebabkan oleh perubahan hormon
  • Intraductal papilloma: tumor kecil yang tidak bersifat kanker pada saluran ASI
  • Mammary fat necrosis: benjolan yang diakibatkan memar, atau jaringan mati, atau jaringan lemak yang terluka.

Memeriksa payudara sendiri tidak berarti Anda bisa mengabaikan check up rutin ke dokter. Buatlah janji dengan dokter Anda untuk pemeriksaan payudara yang profesional setidaknya dua kali setahun.

Sumber