Kanker Payudara Reseptor Estrogen Positif (RE+): Prognosis dan Pengobatan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Kanker payudara reseptor estrogen positif (ER+) adalah tipe kanker payudara yang paling banyak ditemukan saat ini. Dua dari tiga kasus kanker payudara adalah kasus reseptor hormon posittif. Kebanyakan yang dialami oleh penderita kanker adalah reseptif (ER+) baik terhadap estrogen maupun progesteron.

Jika Anda merasa curiga terhadap adanya kanker payudara di dalam tubuh, maka pasien harus melakukan biopsi untuk menguji sel-sel di dalam tubuh yang bersifat kanker. Jika sel-sel tersebut adalah kanker, maka dokter atau ahli patologi harus mengecek kembali sel dan jenisnya, termasuk pada reseptor yang ada di permukaan sel-sel kanker. Hasil pengujian sel-sel ini akan menentukan pilihan pengobatan yang cocok untuk pasien.

Jika pasien mempunyai kanker payudara ER+, ini menunjukkan bahwa sel-sel kanker di dalam tubuh sedang tumbuh dalam hormon estrogen. Estrogen merupakan zat kimia alami di dalam tubuh. Dengan menghalangi estrogen, dokter akan memperbaiki dan mengontrol kanker payudara ER+. kanker payudara ER+ memiliki prognosis yang baik pada semua jenis dan dapat merespon terapi hormon. Oleh karena itu, penurunan tingkat kesembuhan kanker payudara berhubungan dengan efektivitas obat pada wanita.

Tingkat Stadium Kanker dan Harapan Hidup

Prognosis pada pasien tergantung pada stadium kanker yang ditemukan dalam tubuh pasien. Setiap angka menunjukkan jumlah karakteristik berbeda pada kanker payudara. Perbedaan ini meliputi ukuran tumor, perbedaan sel kanker, dan apakah kanker berpindah ke kelenjar getah bening atau hanya berada pada sekitar jaringan tubuh. Hal yang penting untuk diketahui adalah, jenis kanker tidak mempengaruhi tingkat stadiumnya. Ini hanya mempengaruhi jenis pengobatannya.

Kelangsungan hidup perempuan dengan kanker payudara dapat diketahui melalui tiga sub tipe kanker payudara yaitu ER+, HER 2+, dan triple negatif yang dikombinasi secara bersamaan. Dengan pengobatan kanker payudara, para wanita dapat mengetahui tingkatan stadiumnya dan harapan untuk kembali hidup normal.

Survival rate atau angka harapan hidup ditentukan dengan berapa pasien yang masih hidup bertahun-tahun setelah mereka didiagnosis. Harapan hidup 5 tahun biasanya yang paling umum, namun terkadang dapat mencapai 10 tahun.

Berikut ini data yang menunjukkan survival rate pada penderita kanker payudara di Amerika:

  • Stadium 0: 100 persen
  • Stadium 1: 100 persen
  • Stadium 2: 93 persen
  • Stadium 3: 72 persen
  • Stadium 4 (tingkatan metastasis): 22 persen

Berdasarkan data di atas, statistik ini juga termasuk data wanita yang mempunyai HER2 + subtipe sebagai triple negatif kanker. Pasien membutuhkan tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun sehingga pengobatan terapi yang kurang dari lima tahun tidak bisa masuk dalam perhitungan ini. Kelangsungan hidup pada wanita dapat diketahui dari hasil diagnosa ER+.

Pentingnya pengobatan

Pengobatan untuk wanita yang memiliki ER+ adalah hal yang penting dan direkomendasikan karena dapat memblok kerja estrogen di dalam tubuh. Dalam beberapa kasus, pasien terkadang diharuskan untuk mengangkat rahim mereka. Oleh karena itu, kebanyakan para penderita kanker lebih memilih menggunakan tamoxifen. Untuk wanita yang sudah mengalami masa menopause, kemungkinan besar mereka akan memilih pengobatan inhibitor aromatase.

Pilihan pengobatan banyak variasinya, tergantung pada tingkat atau stadium kanker. Dalam beberapa kasus, variasi ini dapat diawali dengan munculnya tumor dengan ukuran kecil dan menyebar ke daerah getang bening. Jika terjadi seperti ini pada pasien, kemungkinan dia harus memilih pengobatan dengan lumpektomi. Pengobatan lumpektomi adalah pengobatan yang menghilangkan jaringan payudara namun tidak seluruh payudara. Biasanya jika pasien memilih lumpektomi, dokter juga akan merekomendasikan terapi radiasi agar digunakan bersamaan.

Pada kasus kanker stadium awal, pasien dapat menanyakan kepada dokter untuk melakukan tes oncotype DX. Tes ini akan membantu mengindentifikasi apakah pasien akan mengalami tingkat kambuh yang tinggi atau tidak. Tes ini juga menunjukan apakah kemoterapi yang dilakukan oleh pasien merupakan pilihan tepat atau tidak. Oncotype DX dianjurkan bagi wanita dalam kondisi sebagai berikut

  • Kanker di stadium satu atau dua
  • Kanker belum menyebar ke getah bening
  • Memiliki hasil data ER +

Jika kanker berada pada tingkatan stadium 3, maka pasien harus melakukan pengobatan yang lebih lanjut lagi. Tahapan untuk kanker stadium 3 yaitu ditemukannya tumor yang tumbuh di dalam tubuh dengan ukuran yang lebih besar atau ditemukannya sel-sel di kelenjar getah bening dan dinding dada. Jika pasien sudah berada pada pada posisi ini, kemungkinan masektomi dan kemoterapi sangat diperlukan. Kemoterapi neo-adjuvan juga dapat dilakukan oleh pasien yang akan menjalani operasi kanker payudara.

Kanker stadium lanjut atau stadium 4 menandakan bahwa tumor sudah menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang, hati, paru-paru, ataupun otak. Stadium 4 ini merupakan tahapan akhir dari kanker payudara. Namun, pada diagnosis awal jarang ditemukan pasien menderita kanker payudara pada stadium 4. Pada tahapan ini, pengobatan tertentu pada subtipe kanker menjadi kurang penting. Meskipun pada saat ini kanker merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, wanita dengan kanker stadium 4 ER+ masih mampu merespon secara hormonal dan dapat memperpanjang hidupnya selama bertahun-tahun.

Mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada kanker payudara

Reseptor kanker payudara positif dapat diobati terutama pada waktu ditemukannya kanker payudara. Stadium terakhir memiliki prognosis yang lebih buruk, namun untungnya pasien masih dapat diobati meskipun sudan berada dalam stadium 4.

Pengobatan kanker dengan +ER dapat dicoba dan sudah terbukti dapat bekerja dengan baik pada tubuh. Oleh karena itu, pasien juga akan memiliki peluang hidup yang sangat baik.

Sumber