Kanker Payudara dan Limfedema

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Pada umumnya, kanker payudara tergolong sulit untuk didiagnosis. Untuk mengantisipasi dampak emosional di kemudian hari, pasien yang mengidap kanker payudara harus segera mencari informasi terbaru, terkait stadium, subtipe, dan pilihan pengobatan kanker sebelum mengambil keputusan. Penting pula mengetahui risiko komplikasi pasca terapi pengobatan, seperti risiko limfedema (lymphedema).

Sistem limfatik merupakan jaringan penghubung kelenjar getah bening, pembuluh, dan saluran yang berfungsi mengalirkan cairan getah bening dari jaringan ke aliran darah. Di samping itu, sistem limfatik juga berfungsi mengangkut zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh serta memegang peran penting dalam sistem kekebalan. Pada kasus kanker payudara, kelenjar limfe (getah bening) dapat menunjukkan pergerakan atau metatesis kanker. Oleh karena itu, dokter akan memeriksa kelenjar getah bening untuk menemukan sel-sel kanker ketika operasi dilakukan.

Pengangkatan kelenjar getah bening

Ketika kanker ditemukan, pasien dianjurkan untuk menjalani operasi pengangkatan tumor dan biopsi kelenjar sentinel pada saat yang bersamaan. Kelenjar sentinel merupakan kelenjar pertama dari sistem getah bening yang membawa cairan dari saluran payudara. Ketika sel-sel kanker ditemukan di kelenjar sentinel, dokter akan mengangkat lebih banyak kelenjar (proses ini disebut axillary dissection). Pada proses ini, banyak kelenjar getah bening yang akan diangkat.

Walaupun sel-sel kanker tidak lagi ditemukan, pengangkatan kelenjar getah bening tidak lepas dari risiko komplikasi seperti limfedema. Limfedema biasanya menyerang lengan di bagian tubuh yang terkena kanker, namun tidak menutup kemungkinan menyerang batang tubuh. Umumnya, wanita yang menjalani terapi radiasi lebih berisiko terkena limfedema karena radiasi dapat melukai kelenjar getah bening. Meskipun tidak semua orang mengalami limfedema, risiko ini akan meningkat seiring dengan banyaknya kelenjar yang diangkat.

Penyebab dan gejala limfedema

Pengangkatan kelenjar getah bening menyebabkan tubuh kekurangan saluran untuk mengalirkan cairan getah bening. Pada akhirnya, cairan akan menumpuk dalam jaringan lemak kulit dan berisiko terkena infeksi. Limfedema dapat muncul sesaat setelah terapi atau bahkan baru muncul beberapa tahun kemudian. Ketika limfedema muncul, pasien harus menghadapinya seumur hidup. Gejala-gejala limfedema meliputi:

  • Pembengkakan pada payudara, lengan, atau tangan di bagian tubuh yang dioperasi
  • Tubuh terasa berat
  • Perubahan pada tekstur kulit (terasa mengencang)
  • Nyeri pada daerah yang terinfeksi
  • Kesulitan menggerakkan sendi
  • Menurunnya fleksibilitas anggota tubuh
  • Kulit meradang

Mencegah risiko limfedema

Setelah menjalani operasi payudara, pasien umumnya mengalami pembengkakan dan akan berangsur pulih dalam 6-12 minggu. Latihan ringan terbukti efektif dalam membantu mencegah limfedema selama periode ini.

Untuk mengembalikan fungsi normal lengan, American Cancer Society menganjurkan pasien untuk menahan lengan yang terinfeksi di atas kepala sembari membuka dan menutup tangan beberapa kali. Latihan ini dapat dilakukan sebanyak 2-3 kali sehari. Cara lain untuk mencegah limfedema adalah dengan berbaring 3 kali sehari dengan lengan diletakan di atas dada, posisikan pergelangan tangan lebih tinggi dari siku, dan siku lebih tinggi dari bahu Anda. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum sebelum memulai latihan, terutama pasca operasi.

Selain itu, hindari mengukur tekanan darah atau mengambil darah dari lengan yang terkena infeksi. Pastikan Anda memberi tahu petugas kesehatan bahwa Anda pernah menjalani operasi pengangkatan kelenjar getah bening. Apabila operasi dilakukan di kedua lengan Anda, tanyakan kepada dokter mengenai area terbaik untuk disuntik. Anda dapat membeli gelang tanda medis untuk memperingatkan EMT agar tidak menggunakan lengan tersebut dalam keadaan darurat.

Tindakan pencegahan limfedema lainnya, meliputi:

  • Hindari memakai pakaian ketat atau apa pun yang dapat menghambat aliran cairan getah bening
  • Jaga lengan dari hal yang memicu infeksi
  • Hindari gigitan serangga dan sebisa mungkin jangan buat lengan terluka.
  • Jaga berat badan ideal

Pasca diagnosis limfedema

Bagi penderita limfedema, ada beberapa metode untuk mengurangi risiko infeksi dan mencegah pembengkakan semakin buruk, misalnya dengan bantuan ahli terapi fisik. Selain menghindari jarum suntik dan manset tekanan darah, ada metode pijat khusus yang dirancang untuk mengalirkan cairan melalui tubuh. Compression garments atau manset kompresi khusus dapat digunakan untuk menjaga tekanan pada lengan sehingga mencegah penumpukan cairan.

Anda juga disarankan untuk mengurangi perjalanan menggunakan pesawat, meskipun sulit dilakukan bagi beberapa pasien. Anda juga harus menghindari perubahan suhu yang ekstrim, termasuk mandi uap dan berendam di kolam air panas. Angkat besi juga tidak disarankan.

Sumber