Efek Samping Kemoterapi Kanker Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Obat-obatan kemoterapi membunuh sel abnormal yang membelah lebih sering daripada sel normal. Namun beberapa sel tubuh yang normal juga membelah dengan cepat, dan kemoterapi dapat mempengaruhinya juga. Sel yang membelah dengan cepat meliputi sel pada kulit, rambut, kuku, lapisan sistem pencernaan dan sel darah. Jaringan tubuh normal ini dapat pulih dengan sendirinya. Inilah mengapa Anda memerlukan istirahat beberapa minggu di antara perawatan agar jaringan tubuh yang normal pulih dari efek kemoterapi.

Kemoterapi mempengaruhi orang yang berbeda dengan cara yang berbeda juga. Dokter tidak dapat memastikan seperti apa efek pengobatan ini terhadap Anda. Anda tidak dapat memprediksi efek yang akan terjadi. Pada beberapa orang, efek samping lebih parah dibanding pada orang lainnya.

Banyak orang dapat kembali beraktivitas selama masa perawatan. Beberapa merasa sangat lelah dan perlu perlahan-lahan dalam beraktivitas. Efek samping mungkin akan sulit dijalani, namun akan hilang begitu perawatan selesai.

Kemoterapi mempengaruhi orang-orang dengan cara yang berbeda. Anda mungkin mengalami sedikit efek samping dan orang lain memiliki efek yang lebih banyak. Obat-obatan kemoterapi memiliki efek samping yang berbeda-beda.

Efek samping kemoterapi yang paling sering terjadi

Kemoterapi memiliki beberapa efek samping umum. Sel darah membelah dengan cepat, dan kemoterapi dapat menurunkan jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan platelet yang Anda miliki. Ini berarti Anda lebih mudah mengalami infeksi, lelah, dan rentan mimisan dan masalah perdarahan lainnya.

Kelelahan adalah efek paling umum dari kemoterapi. Hal ini dapat berlangsung untuk beberapa bulan setelah perawatan usai. Seberapa cepat Anda dapat pulih tergantung pada kondisi kesehatan, banyaknya perawatan yang Anda lalui ,dan pengobatan lain yang Anda gunakan.

Efek samping lainnya dapat meliputi:

  • Perubahan rasa dan nafsu makan
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Sakit mata – terasa seperti ada pasir pada mata, dapat diatasi dengan obat tetes mata
  • Diare
  • Mual
  • Rambut rontok
  • Rasa nyeri pada mulut
  • Sembelit

Efek samping mungkin akan terasa sulit dilalui. Namun kebanyakan efek samping akan hilang begitu perawatan selesai.

Beberapa kemoterapi dapat menyebabkan efek samping jangka panjang. Anda mungkin akan merasa lelah untuk beberapa waktu setelah perawatan usai. Untuk beberapa orang, dibutuhkan hingga hampir setahun sampai energi kembali.

Jika Anda belum mengalami menopause sebelum terkena kanker payudara, Anda perlu mengetahui bahwa kemoterapi dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk hamil. Jika Anda masih mengalami menstruasi, menstruasi akan berhenti jika Anda menjalankan kemoterapi. Hal ini tergantung pada seberapa dekat usia Anda pada usia normal menopause. Menstruasi akan kembali dari 6 bulan sampai 1 tahun setelah perawatan selesai, atau mungkin tidak terjadi lagi dan Anda mengalami menopause dini. Jika Anda kembali mengalami menstruasi, kemungkinan tidak serutin sebelumnya.

Jika menstruasi Anda berhenti, hal ini dikarenakan perawatan yang menghentikan ovarium dalam memproduksi hormon wanita. Anda juga dapat mengalami gejala menopause, seperti:

  • Hawa panas dan berkeringat
  • Perubahan mood

Beberapa jenis kemoterapi dapat meningkatkan risiko kanker lainnya di masa mendatang. Tim perawat Anda akan memberi tahu Anda jika kasus ini terjadi pada perawatan yang Anda jalani.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.