Efek Radiasi Kanker Payudara bagi Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Terapi radiasi adalah pengobatan menggunakan sinar-X untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi ini termasuk ke dalam jenis terapi bertarget yang sering digunakan dalam pengobatan kanker payudara. Radiasi ditujukan langsung pada lokasi tumor, kelenjar getah bening, atau dinding dada. Melalui terapi ini, penyebaran kanker dapat dihentikan dan risiko kekambuhan dapat dikurangi.

Pengobatan radiasi eksternal biasanya diberikan lima kali per minggu selama 5-7sampai minggu. Pendekatan terbaru menganjurkan dosis radiasi yang lebih besar selama 3 minggu (iradiasi payudara dipercepat). Kebanyakan orang dapat menerima terapi radiasi dengan baik.

Dokter mungkin merekomendasikan radiasi internal (brachytherapy). Radiasi internal merupakan prosedur ketika potongan-potongan kecil dari bahan radioaktif ditempatkan di sekitar lokasi tumor. Total waktu pengobatan bervariasi, dari mulai hitungan jam hingga minggu. Efek samping jangka pendek dari terapi ini tergolong sedikit, sementara efek samping jangka panjang dari metode ini belum diketahui.

Efek samping jangka pendek dari radiasi kanker payudara

Efek samping yang paling umum dari terapi radiasi adalah iritasi kulit di daerah yang ditargetkan. Setelah menjalani beberapa terapi awal, kulit Anda mungkin menjadi sensitif dan mulai memerah. Akhirnya, kulit mulai terlihat dan terasa seperti terbakar sinar matahari, gatal, mengelupas, atau melepuh. Rasa sakit dan nyeri sangat umum dialami. Berbagai iritasi tersebut bisa menjadi lebih buruk selama pengobatan terus berlangsung. Namun, kulit Anda akan berangsur pulih di minggu-minggu setelah pengobatan terakhir.

Anda mungkin akan kehilangan rambut ketiak jika radiasi ditargetkan di daerah bawah lengan. Di samping itu, bagian bawah lengan Anda juga akan jarang berkeringat sebagai efek samping yang biasanya bersifat sementara.

Selama menjalani terapi radiasi, banyak wanita yang mengeluhkan rasa letih yang semakin berat setiap minggunya. Sensasi letih yang dirasakan akan berangsur hilang dalam beberapa minggu menjelang pengobatan terakhir.

Karena diberikan setiap hari selama berminggu-minggu, terapi radiasi sinar eksternal konvensional membutuhkan komitmen waktu yang sangat besar. Proses ini tentu dapat mengganggu pekerjaan dan tanggung jawab keluarga, terutama jika Anda tidak memiliki alat transportasi atau tinggal cukup jauh dari penyedia fasilitas perawatan.

Estimasikan waktu sebanyak 30 menit sampai satu jam untuk satu kali terapi, meskipun pengobatan yang sebenarnya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Jadwal harian yang sibuk dapat menyebabkan memicu emosi, stres, atau rasa cemas.

Efek samping jangka panjang

Karena terapi ini merupakan terapi bertarget, petugas medis akan menghabiskan banyak waktu untuk “menandai” bagian tubuh sebelum memulai pengobatan pertama Anda. Artinya, mereka akan melakukan pengukuran dengan saksama untuk memastikan bahwa radiasi akan mengenai lokasi yang tepat. Kemudian, petugas medis akan membuat tanda tinta kecil pada kulit Anda sebagai panduan untuk perawatan selanjutnya. Tanda ini biasanya akan ditattoo ke kulit Anda secara permanen.

Kulit yang menggelap di daerah radiasi akan kembali normal setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Dalam beberapa kasus, perubahan warna ringan mungkin bersifat permanen, atau kulit tampak lebih tebal dan kencang. Sensitivitas kulit atau nyeri terkadang bisa bertahan selama berbulan-bulan.

Radiasi dapat menyebabkan beberapa kerusakan saraf yang mengakibatkan mati rasa dan nyeri. Terapi radiasi dapat membatasi pilihan rekonstruksi maupun kebebasan Anda untuk menyusui. Risiko tersebut harus dibicarakan dengan dokter sebelum Anda memulai perawatan.

Efek samping langka

Jika Anda telah menjalani pengangkatan kelenjar getah bening sebelum menjalani terapi radiasi, Anda berisiko terkena limfedema atau penyumbatan sistem getah bening. Limfedema menyebabkan pembengkakan lengan tempat kelenjar getah bening diangkat.

Komplikasi langka lainnya adalah:

  • Rusuk patah akibat melemah tulang rusuk
  • Peradangan pada jaringan paru-paru
  • Kerusakan jantung ketika radiasi diberikan di sisi kiri dada
  • Kanker sekunder yang disebabkan oleh radiasi

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami sesak napas, kesulitan menelan, atau nyeri dada.

Menghadapi efek samping radiasi kanker payudara

Efek samping dari terapi radiasi hampir tidak mungkin dihindari. Namun demikian, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan efek samping tersebut.

Kenakan pakaian longgar jika Anda mengalami iritasi kulit. Jika Anda memakai bra, pilihlah bra tanpa kawat.

Tanyakan pada dokter perihal produk khusus yang harus anda gunakan pada kulit saat mandi. Konsultasikan dengan tim medis sebelum menggunakan salep atau krim pada daerah yang dirawat. Cobalah untuk tidak menggosok atau menggaruk daerah yang dirawat, dan hindari kompres es dan bantalan pemanas.

Lawan kelelahan dengan mendapatkan banyak istirahat. Berikan nutrisi bagi tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri. Pastikan Anda memberitahu dokter onkologi radiasi mengenai efek samping yang dirasakan.

Sumber