7 Gejala Diare yang Harus Anda Tahu dan Waspadai

Oleh

Diare adalah gangguan pencernaan yang bisa dialami semua orang, yang tua, muda, laki-laki, atau perempuan. Gejalanya identik dengan bolak-balik BAB lebih dari tiga kali sehari dan mengeluarkan feses cair atau lembek. Apa lagi gejala lainnya yang umum menunjukkan Anda sedang terkena diare?

Berbagai gejala diare yang umum

diare setelah seks

1. Feses lembek dan cair

Mengamati bentuk feses adalah cara mengenali gejala diare yang paling mudah. Feses yang normal harusnya berbentuk mirip sosis yang berwarna kecokelatan dengan tekstur padat lembut.

Jika feses Anda terlihat lembek atau sangat cair (dengan atau tanpa ampas) dan bentuknya tidak beraturan, ini adalah tanda diare.

Tampilan feses yang seperti air disebabkan oleh makanan tertentu yang tidak dapat dicerna dengan baik. Makanan yang mengandung gula fruktosa, makanan pedas, makanan berminyak, dan minuman berkafein seperti kopi adalah beberapa contohnya.

Makanan tersebut umumnya tidak dapat diserap dengan baik oleh pencernaan. Berlebihan mengonsumsi makanan tersebut dapat menyebabkan usus menarik cairan tubuh lebih banyak. Inilah yang mengakibatkan bentuk feses yang keluar saat BAB lembek atau cair seperti air.

Mencret juga dapat terjadi ketika ada kuman yang menginfeksi pencernaan sehingga mengganggu kerja usus. Infeksi juga mengganggu proses penyerapan air di usus, sehingga feses Anda lebih lembek atau bahkan cair.

2. Sakit perut atau mulas

Perut mulas atau sakit melilit yang hampir selalu berujung pada kunjungan ke toilet merupakan gejala diare yang umum. Orang yang kena diare bisa merasakan 1-3 kali sakit perut mulas karena mau buang air besar.

Dorongan untuk buang air besar memicu otot usus bergerak agar feses terdorong ke anus untuk dikeluarkan. Selama proses tersebut, jaringan di sekitar usus meregang sehingga Anda merasakan mulas.

3. Demam

Apabila diare disebabkan infeksi bakteri, Anda dapat mengalami demam. Demam adalah respon alami tubuh melawan peradangan akibat serangan bakteri penyebab diare tersebut.

Di sisi lain, diare juga dapat mengakibatkan demam ketika Anda sampai mengalami dehidrasi.

Ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan Anda tidak mampu segera menggantinya, semakin tinggi peluang Anda mengalami dehidrasi. Salah satu tanda dari dehidrasi adalah demam.

Demam pun dapat memperparah dehidrasi. Semakin tinggi demam Anda, semakin parah dehidrasi yang mungkin dialami.

4. Perut terasa kembung

Selain mulas dan melilit, perut kembung juga bisa terjadi saat gejala diare menyerang. Sensasi kembung disebabkan oleh usus yang jadi lebih sensitif saat diare.

Reaksi ini terutama muncul jika penyebab diare Anda adalah intoleransi laktosa. Laktosa adalah gula yang sering terdapat pada produk susu dan olahannya.

Kembung diare akibat intoleransi laktosa terjadi akibat adanya gas yang berkumpul di usus besar. Gas terbentuk ketika bakteri yang memfermentasi karbohidrat, serat atau protein tidak dapat dicerna usus kecil Anda. Alhasil di samping diare, gejala yang dimunculkan perut Anda juga termasuk kembung.

Kembung juga bisa terjadi akibat banyaknya gas yang berkumpul di lambung sehingga perut terasa penuh atau begah. Perut yang kembung, begah, atau terasa penuh ini dapat membuat Anda merasa mual, bahkan hingga muntah.

5. Mual atau muntah

Saat diare, Anda rentan mengalami mual atau muntah-muntah. Gejala diare ini terjadi karena organ dalam sistem pencernaan Anda menarik lebih banyak cairan dari biasanya.

Cairan tersebut dibutuhkan tubuh untuk mengeluarkan kuman, virus, atau bakteri bersamaan dengan feses yang lembek.

6. Haus terus menerus

Diare yang disertai demam dan muntah-muntah mudah membuat Anda kena dehidrasi.

Saat tubuh kekurangan cairan, tubuh akan memunculkan rasa haus demi mendorong Anda untuk minum.

Itu kenapa saat doare Anda harus banyak minum cairan agar jangan sampai kena dehidrasi. Selain minum air putih, Anda juga bisa minum oralit yang mengandung elektrolit.

Cairan oralit dapat menjaga keseimbangan kadar elektrolit di dalam tubuh Anda.

7. Hilang nafsu makan

Gejala lain yang dapat menandakan Anda sedang kena diare adalah menurunnya nafsu makan. Anda mungkin jadi tidak mau makan karena perut rasanya sakit dan kembung. Terus-terusan mual dan muntah juga dapat membuat Anda semakin malas makan.

Padahal penting buat Anda tetap makan selama masih sakit agar bisa bertenaga. Mencukupi asupan makan juga dapat membantu meringankan gejala diare yang Anda alami.

Ketika sedang tidak nafsu makan, Anda bisa mengonsumsi makanan yang mudah dicerna tubuh lewat pola makan BRAT. Pola makan ini terdiri dari Banana (pisang), Rice (nasi), Apple sauce (saus apel), dan Toast (roti bakar) yang mudah dicerna saat diare.

Makan makanan tersebut dalam porsi sedikit namun sering. Makanan tersebut juga akan membuat Anda kenyang lebih lama karena kandungan seratnya. Sementara kandungan pektinnya baik untuk memadatkan feses.

Gejala komplikasi diare

anus luka saat diare

Normalnya diare akan berangsur membaik 2-3 hari tanpa perawatan medis. Namun jika lebih dari 3 hari tidak mereda, Anda harus segera pergi ke dokter. Nantinya dokter akan mendiagnosis gejala diare dan mungkin memerlukan tes darah atau uji sampel feses.

Ketika gejala diare berlangsung selama berminggu-minggu, tandanya Anda sudah kena diare kronis. Diare kronis merupakan gejala dari gangguan pada usus, atau bahkan yang lebih serius seperti penyakit radang usus.

Diare yang tak kunjung sembuh dapat meningkatkan risiko komplikasi pada kesehatan Anda. Komplikasi utama dari diare kronis adalah dehidrasi karena tubuh kehilangan banyak cairan, nutrisi, dan elektrolit yang penting.

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami diare berkelanjutan dan dibarengi dengan gejala komplikasi berikut:

  • Urin gelap atau jumlah urin yang keluar lebih sedikit
  • Detak jantung yang cepat
  • Kulit kering dan memerah
  • Sakit kepala atau pusing
  • Kelelahan
  • Gampang ​​marah atau kebingungan
  • Nyeri pada perut atau dubur yang parah
  • Feses berwarna kehitaman

Gejala diare yang berupa dehidrasi tidak boleh diabaikan karena dapat menyebabkan syok (tekanan darah rendah, kejang, gagal ginjal) dan bahkan kematian.

Baca Juga:

Direview tanggal: Juli 15, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 15, 2019

Sumber