Hidup Sehat Bagi Remaja Pengidap Diabetes Tipe 1

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Beberapa remaja, tidak semua, biasanya mencoba perilaku-perilaku yang berisiko, seperti merokok, memakai narkoba, mengkonsumsi alkohol, atau berhubungan seks tanpa kondom. Perilaku tersebut bisa jadi tambahan bahaya bagi kesehatan remaja yang mengidap diabetes.

Mengonsumsi alkohol, misalnya, bisa meningkatkan risiko gula darah rendah yang parah. Merokok sangat meningkatkan risiko terkena stroke dini, serangan jantung, dan komplikasi yang berhubungan dengan diabetes lainnya. Sangat penting untuk berbicara dengan para remaja tentang risiko terkait perilaku ini. Tidak mungkin bagi mereka untuk membuat pilihan yang bijak tanpa informasi yang tepat.

Orangtua juga perlu memahami bahwa rutinitas seorang pengidap diabetes dapat memicunya untuk memberontak. Remaja bisa melewatkan pemeriksaan gula darah atau menolak diajak makan. Mereka mungkin tidak memakai gelang alarm medis mereka, yang bisa menjadi bantuan apabila terjadi sesuatu yang buruk mereka.

Masa-masa remaja juga bisa meningkatkan stres dengan semua perubahan, tekanan teman sebaya, dan tekanan sekolah. Sangat penting bagi remaja untuk mencoba memiliki sikap positif, dan mengendalikan stres.

Untuk remaja yang menyuntikkan insulin, perilaku memberontak ini dapat mempengaruhi kontrol diabetes. Hasilnya mengganggu sekolah, masuk rumah sakit (karena ketoasidosis), pertumbuhan atau berat badan yang buruk. Dalam hal ini, orangtua harus mulai memberikan suntikan dan melakukan pemeriksaan gula darah, terlepas dari berapa usia remaja tersebut. Orangtua harus terus melakukan hal ini sampai ada bukti bahwa nyata yang memungkinkan remaja merawat dirinya sendiri.

Merokok

Salah satu hal terbaik yang remaja Anda bisa lakukan untuk mengatasi diabetes dan menjaga kesehatan secara keseluruhan, adalah untuk tidak mulai merokok. Atau, jika dia sudah mulai, ajak mereka berhenti merokok. Kita semua tahu bahwa merokok meningkatkan kemungkinan terkena berbagai jenis kanker. Namun, merokok juga meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah, serangan jantung, dan stroke. Pengidap diabetes sudah merasakan dampak tersebut.

Jika anak remaja Anda memiliki diabetes dan merokok, setiap isapan meningkatkan risiko terhadap masalah kesehatan yang serius. Namun pastikan Anda juga tidak merokok. Jika Anda merokok, anak Anda yang mengalami diabetes akan menghisap asap rokok yang Anda isap. Berhenti sekarang juga supaya Anda bisa meningkatkan kesehatan Anda sendiri, dan memberikan ruang sehat untuk anak Anda bernapas.

Berhenti merokok mungkin saja sulit. Remaja yang benar-benar ingin berhenti akan berhasil dengan kemauan dan bantuan dari orang lain. Dokter Anda memiliki pengalaman membantu remaja lainnya untuk menghentikan kebiasaan itu. Mintalah bantuan mereka. Mungkin ada program berhenti merokok yang bisa anak remaja Anda ambil. Berikut adalah beberapa poin yang perlu diingat tentang merokok.

  • Jika Anda adalah seorang non-perokok, jangan mulai merokok!
  • Jika Anda merokok, berhenti sekarang!
  • Dapatkan bantuan dari tim dokter atau perawat kesehatan Anda. Ada cara yang telah terbukti untuk membantu orang berhenti.
  • Jika ada perokok lain di rumah Anda, berhentilah bersama-sama sehingga Anda dapat saling memberikan dukungan.
  • Tanyakan teman-teman dan keluarga untuk membantu dan menjadi pendukung upaya anak remaja Anda.
  • Jangan menyerah berjuang untuk berhenti merokok! Mungkin diperlukan beberapa kali percobaan, tapi terus lakukan.

Hari di mana remaja Anda berhenti merokok, tubuhnya akan mulai memperbaiki kerusakan tubuh dan ia akan menjalani hidup sehat.

Alkohol & obat

Sudah jadi hal yang umum bila beberapa remaja masa kini sering ditawari alkohol atau obat-obatan, sehingga membuat mereka harus memutuskan apakah mereka akan mencobanya atau tidak. Remaja dengan diabetes harus berpikir tentang keputusan ini secara ekstra hati-hati, karena obat diabetes dan alkohol atau obat-obatan lain bukanlah campuran terbaik untuk kesehatan mereka sendiri.

Alkohol

Alkohol tidak memiliki nilai gizi (kecuali kalori), tetapi memiliki efek yang kuat pada kontrol glukosa darah. Alkohol diproses di dalam hati. Bagian hati ini berfungsi melepaskan gula ke dalam aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan kadar glukosa darah rendah.

Jika anak remaja Anda juga mengonsumsi insulin atau obat untuk menurunkan glukosa darah, risiko glukosa darah rendah menjadi lebih serius. Jika anak remaja Anda menggunakan obat diabetes, sangat penting bagi mereka untuk makan ketika ia minum alkohol untuk mencegah glukosa darah rendah.

Selain itu, seorang remaja yang berada di bawah pengaruh alkohol mungkin kehilangan gejala peringatan dini gula darah rendah. Hal ini mungkin berkembang cepat menjadi masalah lain yang lebih parah. Jika anak Anda pingsan karena gula darah terlalu rendah, teman-temannya yang mabuk mungkin tidak mengenali masalahnya. Orang lain yang berusaha menolong pun mungkin akan membatalkan niat mereka setelah mencium bau alkohol pada napas anak Anda dan berpikir ia hanya pingsan karena mabuk.

Isu lain untuk dipikirkan adalah tentang minum dan mengemudi. Kita semua tahu bahaya yang terlibat. Banyak remaja yang bereksperimen dengan alkohol. Jika anak remaja Anda memiliki diabetes, ia harus berhati-hati untuk minum dan mengambil langkah yang diperlukan agar aman dan bertanggung jawab jika ia memilih untuk melakukannya.

Ganja dan obat lain

Ganja dapat meningkatkan nafsu makan dan mengganggu proses untuk menurunkan berat badan. Hal ini juga dapat mempengaruhi penilaian tentang berapa banyak makanan yang telah dimakan, pilihan makanan, dan menyeimbangkan makanan dengan obat. Selain itu, seorang remaja yang berada di bawah pengaruh ganja mungkin kehilangan gejala peringatan dini gula darah rendah.