Benarkah Magnesium Dapat Mencegah Diabetes?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Magnesium memiliki peran penting dalam mencegah diabetes. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa magnesium dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2, terutama jika Anda obesitas.

Apa itu magnesium?

Di antara mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan yang optimal, magnesium merupakan salah satu mineral terpenting. Berdasarkan penelitian, magnesium merupakan mineral terbanyak keempat yang terdapat di dalam tubuh manusia. Ia berperan menjaga otot dan saraf agar berfungsi normal dan menjaga irama detak jantung. Magnesium juga membantu mengatur kadar gula darah, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah yang normal. Selain itu magnesium juga dapat menjaga tulang agar kuat dan mempengaruhi DNA.

Dalam jangka pendek, kekurangan magnesium menimbulkan gejala yang tidak terlalu jelas. Jika Anda sehat dan punya asupan makanan yang rendah, ginjal dapat membantu mempertahankan magnesium dengan membatasi jumlah magnesium yang hilang dalam urin. Namun, jika konsumsi magnesium Anda rendah untuk jangka waktu yang panjang, maka keadaan tersebut dapat menyebabkan kekurangan magnesium.

Selain itu, beberapa obat-obatan yang Anda minum dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap magnesium atau meningkatkan jumlah magnesium yang dikeluarkan tubuh, yang dapat menyebabkan Anda kekurangan magnesium. Gejala kekurangan magnesium antara lain hilang nafsu makan, mual, muntah, kelelahan, dan lemah. Kekurangan magnesium yang parah dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, kram otot, kejang, perubahan kepribadian, dan irama jantung yang abnormal.

Hubungan antara magnesium dan diabetes

Magnesium mempengaruhi resistensi insulin dan kontrol glukosa darah

Magnesium diperlukan untuk pembuatan dan pengeluaran insulin dan juga oleh sel-sel sehingga mereka membuat reseptor insulin lebih banyak dan karena itu menjaga sensitivitas insulin mereka. Kekurangan magnesium menyebabkan resistensi insulin dan glukosa darah karena tingkat yang tinggi.

Beberapa studi menunjukkan diabetes membuat kekurangan magnesium semakin buruk, padahal kekurangan magnesium memperburuk diabetes. Mereka juga menunjukkan bahwa sekelompok orang diabetes yang menggunakan magnesium memiliki kadar glukosa puasa yang lebih baik dan gejala diabetes lainnya juga meningkat.

Magnesium mempengaruhi hipertensi

Sebuah studi menunjukkan bahwa diet tinggi magnesium, bersama dengan mineral lain, secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Menjaga asupan magnesium yang cukup sebagai modifikasi gaya hidup positif untuk mencegah dan mengelola tekanan darah tinggi adalah cara yang baik untuk memperbaiki kondisi Anda.

Magnesium dapat membantu tekanan darah tinggi karena melemaskan pembuluh darah, menjaga tingkat insulin rendah, dan mempertahankan tingkat normal kalium. Ketika tekanan darah Anda naik, sel-sel Anda cenderung memiliki tingkat tinggi natrium dan tingkat rendah kalium, faktor-faktor yang biasanya dikendalikan oleh membran sel ‘pompa’.

Magnesium sangat penting untuk ‘menghidupkan’ pompa ini dan dengan demikian mendapatkan kalium ke dalam, dan natrium keluar dari sel.

Magnesium dapat mempengaruhi retinopati

Kekurangan magnesium dapat mempercepat perkembangan kerusakan mata di diabetes retinopati.

Magnesium dapat mempengaruhi kehamilan diabetes

Wanita yang mengidap diabetes tipe 1 dan kekurangan magnesium berpotensi lebih tinggi melakukan aborsi spontan dan kemungkinan bayi yang lahir bisa cacat.

Magnesium dapat mempengaruhi neuropati diabetes

Magnesium memiliki hubungan seperti pesan lewat saraf ke otot dan organ serta kepekaan saraf dan otot. Dengan demikian kekurangan magnesium dapat mempengaruhi neuropati.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hubungan kekurangan magnesium juga mengakibatkan borok kaki yang diakibatkan dari neuropati dan penyakit pembuluh darah perifer.

Sumber