Begini Kalau Emosi Memengaruhi Makan Anda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Emosi bisa mempengaruhi kapan kita makan, apa yang dimakan, dan berapa banyak makanan yang dimakan. Sebagai contoh, Anda mungkin pernah mendengar kalau ada beberapa orang makan untuk mengatasi stres. Lainnya makan untuk menyibukkan diri mereka saat merasa bosan.

Ketika Anda makan karena sedang emosi, hal tersebut bisa menghambat upaya penurunan berat badan Anda. Sering kali, situasi yang memicu emosi negatif membuat Anda makan meski Anda tidak lapar. Cari tahu apakah Anda benar-benar lapar fisik atau hanya terpengaruh emosi saja, dengan cara berikut ini:

  1. Perhatikan kata-kata berikut ini: Takut, merasa kesepian, marah, cemas, sedih, galau, bosan, muak, depresi, kecewa, merasa gendut, frustrasi, merasa bersalah, senang, benci, lapar, tidak aman, kesepian, cemburu, stres, mengantuk, tidak yakin.
  2. Tandai setiap emosi yang memicu keinginan Anda untuk makan.
  3. Tambahkan setiap emosi atau situasi yang memicu Anda untuk makan makanan lainnya.

Jika Anda baru saja makan dan merasa ingin makan lagi, lakukan pemeriksaan emosional dengan cepat. Apakah Anda ingin makan karena Anda lapar, atau untuk mengisi kebutuhan emosional? Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga makan Anda:

  • Ingat bahwa emosi dan situasi memicu Anda untuk makan.
  • Tulis daftar hal yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan emosional Anda, misalnya, menelepon teman, berjalan-jalan, minum air putih atau minuman nol kalori lain, chatting dengan sahabat, atau melakukan beberapa peregangan yoga.
  • Ingat bahwa makanan tidak akan membuat emosi Anda pergi (tidak akan memperbaiki apa-apa).
  • Jika Anda mengalami kesulitan, carilah bantuan. Libatkan anggota keluarga dan teman-teman untuk membantu mendukung upaya penurunan berat badan Anda. Komunitas dukungan, terapi, dan anggota tim perawatan kesehatan Anda juga dapat membantu.