Apakah Stres Bisa Menyebabkan Jerawat?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Terkadang kehidupan dapat membuat kita merasa stres, seperti tuntutan pekerjaan atau masalah pribadi yang berkontribusi terhadap tekanan kehidupan. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan stres dan berbagai penyakit di tubuh kita. Perilaku yang sering kita lakukan untuk mengatasi stres, seperti merokok atau makan berlebih, juga memiliki dampak negatif pada kesehatan.

Pada konteks ini, jerawat dapat menjadi suatu hal yang menyebabkan stres. Namun dapatkah stres menyebabkan jerawat pada Anda? Jawabannya sepertinya tidak.

Apa itu stres?

Istilah “stres” digunakan untuk menggambarkan reaksi cemas dan/atau panik terhadap suatu pengalaman. Atau dengan kata lain, tekanan psikologi dan emosi. Apa yang menyebabkan stres berbeda pada masing-masing orang. Pada saat perjalanan, seseorang dapat bersantai saat menyetir, namun orang lain dapat merasa stres akibat macet.

Kematian orang tersayang, kehilangan pekerjaan, dan masalah finansial adalah penyebab utama stres di banyak negara. Kejadian yang dianggap menyenangkan juga dapat menyebabkan stres, seperti kelahiran atau pernikahan.

Bagaimana stres mempengaruhi tubuh?

Saat Anda merasa stres, detak jantung meningkat, otot mengencang, dan Anda bernapas lebih cepat. Tubuh Anda sedang melepas hormon stres seperti cortisol, epinephrine dan adrenalin.

Stres jangka pendek

Stres memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang pada tubuh. Pada jangka pendek, pernapasan yang cepat dapat menyebabkan serangan asma pada penderitanya. Detak jantung yang cepat juga dapat menyebabkan serangan jantung pada beberapa orang, namun Anda lebih mungkin mengalami serangan panik yang terasa seperti serangan jantung. Anda juga dapat merasakan reaksi stres pada lambung, bahkan dapat muntah atau terserang diare.

Stres jangka panjang

Stres jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh. Sistem kardiovaskular, sistem endokrin, dan sistem pencernaan dapat merasakan dampak dari stres yang berlanjut. Gejala dari kondisi seperti penyakit Crohn’s dan multiple sclerosis (MS), juga dapat memburuk akibat stres.

Apakah jerawat dapat memburuk karena stres? Tergantung pada orang tersebut.

Stres memiliki beberapa efek pada kulit. Sebagai contoh, beberapa orang mengalami gatal-gatal saat stres. Stres dapat memicu kondisi kulit seperti psoriasis. Namun, tidak banyak informasi yang dapat diandalkan mengenai hubungan stres dan jerawat.

Kebiasaan buruk membuat stres makin parah

Saat stres, kebiasaan buruk dapat menjadi semakin buruk dan dapat menyebabkan jerawat. Kebiasaan buruk meliputi merokok, minum alkohol, makan berlebihan, dan makan terlalu banyak gula. Mengonsumsi banyak gula yang diproses dapat menyebabkan peningkatan insulin, sehingga produksi minyak meningkat dan memperburuk kondisi jerawat.


Apa yang dapat dilakukan?

Jika jerawat membuat Anda stres, banyak pengobatan yang dapat Anda lakukan. Jerawat disebabkan oleh serpihan kulit, minyak, dan bakteri yang menyumbat pori-pori. Hal yang paling efektif adalah membunuh bakteri dan mengelupas kulit.

Beberapa pengobatan topikal anti bakteri tersedia dalam bentuk resep dan nonresep. Retin-A dapat mengelupas kulit, juga salicylic acid dan glycolic acid preparation yang dijual bebas. Tentu saja jerawat tidak dapat langsung hilang dalam semalam, namun Anda dapat melakukan teknik relaksasi seperti meditasi untuk mengusir stres akibat jerawat Namun jika Anda tidak memiliki banyak waktu, Anda dapat menyisakan waktu 5 menit untuk fokus bernapas. Berolahraga atau melakukan aktivitas kesukaan juga dapat mengurangi stres.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber