Yang Perlu Diketahui dari Cough-Variant Asthma

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Cough-variant asthma (CVA) adalah tipe asma yang gejala utamanya adalah batuk kering dan tidak berdahak. Batuk tidak berdahak artinya tidak ada lendir di tenggorokan. Orang dengan CVA biasanya tidak memiliki gejala asma lainnya, seperti mengi, napas pendek, dan sesak di dada. CVA adalah diagnosis umum pada anak-anak, dan biasanya berlanjut menjadi asma setelahnya.

Gejala cough-variant asthma

CVA terkadang disebut batuk kronis karena bisa bertahan hingga 6-8 minggu. Batuk disertai asma dapat muncul baik pagi maupun malam. Jika Anda mengalami asma di malam hari, itu akan mengganggu tidur Anda. Orang dengan CVA biasanya menyadari bahwa batuknya meningkat seiring aktivitas, disebut exercise-induced asthma. Batuk mungkin akan meningkat selama terekspos pemicu asma atau substansi alergi seperti debu, atau aroma tajam, atau ketika berada di udara dingin.

Penyebab cough-variant asthma

Penyebab CVA sulit diketahui karena ada terlalu banyak kondisi yang dapat menyebabkannya, seperti infeksi saluran pernapasan, tetapi ketika batuk bertahan hingga lebih dari beberapa minggu tanpa infeksi apapun, dokter mungkin akan menduga bahwa itu CVA. Sebagai tambahan, batuk yang dimulai setelah seseorang memulai beta-blockers lebih mudah mengalami CVA. Beta-blockers adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, sakit pada hati, gagal fungsi hati, migrain, jantung berdebar, dan kondisi lainnya. Beta-blockers juga ditemukan dalam tetes mata untuk mengobati glaukoma dan masalah mata lainnya. Tetes mata ini dapat menyebabkan gejala asma, termasuk batuk. Sensitif pada aspirin dapat menjadi penyebab lain batuk pada asma.

Mendiagnosis cough-variant asthma

Diagnosis CVA bisa menjadi sulit karena batuk bisa jadi satu-satunya gejala, dan batuk itu sendiri dapat saja muncul karena bronchitis atau batuk yang berhubungan dengan pilek. Jika Anda mengalami batuk kronis yang kering, yang berarti tidak ada dahak atau lendir, dokter Anda mungkin akan menyarankan pemeriksaan fungsi paru-paru untuk menentukan apakah Anda mengalami CVA. Pemeriksaan dapat berupa X-rays dan spirometry. Spirometry melibatkan seberapa banyak udara yang dapat Anda hembuskan setelah menarik napas panjang, dan seberapa cepat Anda dapat mengosongkan paru-paru Anda. Pemeriksaan asma menggunakan alat bernama spirometer untuk mengukur.

Jika hasil pemeriksaan fungsi paru-paru Anda masih belum menunjukkan hasil akhir, Anda mungkin harus melakukan pemeriksaan methacholine untuk melihat bagaimana paru-paru Anda bekerja. Pada pemeriksaan ini, Anda akan diberikan dosis yang semakin banyak dari obat methacholine untuk dihirup dan kemudian dokter akan memeriksa fungsi paru-paru Anda. Jika Anda memiliki asma, methacholine dapat memicu mengi ketika menarik napas. Orang dengan fungsi paru-paru normal hanya akan menunjukkan sedikit reaksi atau bahkan tidak sama sekali.

Cara lain untuk mendiagnosis CVA adalah dengan menangani batuknya dengan pengobatan asma. Jika batuknya bertambah parah saat penanganan, Anda akan di diagnosis dengan CVA.

Pengobatan cough-variant asthma

Perawatan untuk CVA sebenarnya sama seperti asma biasa – steroid hirup setiap hari atau dua hari sekali untuk kontrol harian, ditambah short-acting bronchodilator sebagai inhaler penyelamat ketika gejala muncul. Anda biasanya melihat kemajuan bertahap pada gejala asma setelah 6-8 minggu.

Beberapa orang dengan CVA menemukan bahwa menggunakan inhaler sebenarnya menstimulasi refleks dari batuk. Jika itu terjadi, konsumsi oral steroid seperti Prednisone harus dikonsumsi selama kurang lebih seminggu, kemudian steroid hirup dapat dicoba kembali. Tipe lain dari pengobatan asma disebut leukotriene modifier dapat juga berguna untuk mengatasi CVA.

Sebagai tambahan, seperti asma jenis lain, orang dengan CVA harus menjaga diri dengan menghindari hal-hal yang terindikasi menyebabkan batuk muncul. Pemicu yang umum dari CVA adalah udara dingin, allergen, dan olahraga.