Komplikasi Defisiensi Vitamin B12 atau Anemia Defisiensi Folat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Sebagian besar kasus defisiensi vitamin B12 atau folat dapat dengan mudah dan efektif diobati dan komplikasinya pun jarang terjadi. Namun, komplikasi terkadang dapat berkembang terutama jika Anda sudah mengalami kekurangan vitamin sejak dulu.

Komplikasi anemia

Semua jenis anemia, terlepas dari apapun penyebabnya, dapat memicu komplikasi jantung dan paru-paru karena jantung berjuang untuk memompa oksigen ke organ-organ vital.

Orang dewasa penderita anemia berat berada pada risiko:

  • Detak jantung cepat yang abnormal (tachycardia)
  • Gagal jantung — jantung gagal memompa cukup darah ke seluruh tubuh pada tekanan yang tepat

Perubahan neurologis

Kurangnya vitamin B12 dapat menyebabkan masalah neurologis (yang memengaruhi sistem saraf), seperti:

  • Gangguan penglihatan
  • Hilang ingatan
  • Sensasi kesemutan (paresthesia)
  • Kehilangan koordinasi fisik (ataksia), yang dapat memengaruhi kinerja seluruh tubuh dan menyebabkan kesulitan berbicara atau berjalan
  • Kerusakan pada bagian sistem saraf (peripheral neuropathy), terutama di kaki

Jika masalah neurologis terus berkembang, gangguan tersebut mungkin tidak dapat diobati.

Infertilitas

Pada beberapa kasus, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kemandulan sementara (ketidakmampuan untuk hamil). Kondisi ini biasanya membaik seiring dengan pengobatan vitamin B12 yang tepat.

Sama halnya dengan defisiensi vitamin B12, kekurangan folat juga dapat memengaruhi tingkat kesuburan Anda. Namun, ini hanya bersifat sementara dan biasanya dapat diatasi dengan suplemen folat.

Kanker perut

Jika Anda terkena defisiensi vitamin B12 yang disebabkan oleh anemia pernisiosa (kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat di perut Anda), risiko terkena kanker perut akan meningkat.

Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan folat dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar.

Cacat tabung saraf (neural tube defects)

Ibu hamil yang tidak memiliki cukup vitamin B12 berisiko memiliki bayi cacat lahir yang dikenal sebagai cacat tabung saraf. Tabung saraf merupakan saluran sempit pembentuk otak dan sumsum tulang belakang.

Cacat tabung saraf, meliputi:

  • Spina bifida — tulang belakang bayi tidak berkembang dengan baik
  • Anencephaly — bayi lahir tanpa bagian otak dan tengkorak
  • Encephalocele — membran atau kantung kulit yang berisi bagian otak terdorong keluar melalui lubang di tengkorak

Sama halnya dengan defisiensi vitamin B12, kekurangan folat juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang belum lahir dalam rahim (uterus). Defisiensi folat dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf, seperti spina bifida yang berkembang pada bayi yang belum lahir.

Penyakit kardiovaskular

Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya folat dalam tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD).

CVD merupakan istilah umum yang menggambarkan penyakit jantung atau pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner (PJK).

Gangguan persalinan

Kurangnya persediaan folat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur (sebelum 37 minggu masa kehamilan) atau memiliki berat badan lahir rendah.

Risiko placental abruption mungkin juga akan meningkat. Placental abruption merupakan kondisi serius di mana plasenta mulai datang dari bagian dalam dinding rahim, menyebabkan perut (abdominal) sakit dan perdarahan dari vagina.

Sumber