Pentingnya Camilan Bagi Anak Anda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Anak Anda membutuhkan makanan rutin dalam porsi kecil, jadi makanan ringan alias camilan adalah bagian penting dari pola makan anak. Anak memiliki perut yang kecil dan metabolisme yang cepat jadi dia harus makan makanan dalam porsi kecil dan sering untuk menjaga agar perutnya tidak kosong. Untuk anak Anda, ini artinya ia harus makan sarapan, makan siang, makan malam, ditambah satu makanan ringan setelah sarapan, dan satu makanan ringan lagi setelah makan siang.

Seperti juga semua makanan untuk anak Anda—makanan ringan tetap harus bernutrisi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan pikiran.

Tips menyiapkan camilan yang sehat

  • Cari pilihan makanan sehat dan utuh dibandingkan dengan makanan olahan. Pilihan makanan ringan sehat adalah yang rendah lemak, rendah gula olahan, dan zat-zat aditif lainnya.
  • Carilah makanan ringan yang bernutrisi dan mengenyangkan. Saat memilih makanan ringan untuk anak Anda, periksa isi energinya (kalori) dan juga nutrisi yang diberikan. Makanan dengan kadar kalori tinggi boleh dikonsumsi anak-anak selama masih dikemas dengan nutrisi yang baik. Makanan dengan indeks glikemik rendah (buah, sayur), makanan dengan protein tinggi (telur, daging rendah lemak), dan makanan dengan lemak baik (alpukat, kacang, dan ikan) adalah pilihan yang baik karena dapat membuat anak merasa kenyang dalam jangka waktu yang cukup lama, jadi lebih kecil kemungkinan untuk anak Anda makan terlalu banyak. Sebaliknya, makanan olahan yang penuh zat aditif (junk food) biasanya memiliki kalori yang tinggi. Makanan dengan ‘ kalori kosong’ ini hampir tidak memiliki kebaikan nutrisi dan dapat berakibat pada masalah kesehatan bagi anak Anda.
  • Nafsu makan anak Anda akan bervariasi dari hari ke hari. Balita dan anak-anak memiliki nafsu makan yang berfluktuasi secara alami yang dipengaruhi oleh siklus pertumbuhan. Untuk memastikan makanan ringan memberikan nutrisi dan energi tanpa mengganggu nafsu makan anak, Anda harus merencanakan makanan ringan sekitar 2 jam sebelum waktu makan (tidak kurang dari 1 jam).
  • Buatlah peraturan untuk makan sambil duduk. Ini dapat menjadi tantangan yang sepadan karena hal ini memungkinkan anak Anda fokus dalam aktivitas makan, menikmati rasa/tekstur makanan, dan membiasakan diri meluangkan waktu untuk makan. Ini juga lebih aman (mengurangi risiko tersedak), lebih sosial, dan membuat pengalaman makan lebih menyenangkan.
  • Apabila memungkinkan, sajikan makanan pada piring jadi anak Anda dapat melihat apa dan berapa banyak yang dimakan. Mengemil dari kemasan dapat berkontribusi pada kebiasaan buruk (makan sambil berjalan) dan tidak kondusif dalam mengembangkan apresiasi makanan nantinya.
  • Jaga makanan ringan tetap segar dalam kotak bekal terinsulasi.
  • Rencanakan ke depan. Stok dapur, kulkas, tempat buah, tas bayi, dan mobil hanya dengan makanan ringan sehat. Ini membantu mencegah dorongan untuk terlalu banyak makan-makanan bergula dan berlemak. Apabila yang tersedia hanya alternatif sehat, anak Anda akan memilih makanan tersebut untuk camilan.
  • Makanan ringan yang terlalu manis dan lengket dapat membahayakan gigi anak Anda. Makanan yang dapat membantu memproduksi air liur (seperti potongan batang sayur) baik karena air liur adalah pertahanan alami dari pembusukan gigi. Apabila anak Anda suka makanan manis, ganti gula olahan dengan pemanis alami seperti madu, sirup maple, sari buah, atau barley malt.

Beberapa ide untuk makanan ringan sehat

  • Buah dan sayur-sayuran mentah: stik wortel/seledri/mentimun, tomat ceri, kapri, salad dan sayuran yang diparut, jus sayur (perhatikan kandungan garamnya), dan sup. Buah-buahan segar, tanpa pemanis tambahan dan atau buah-buahan beku.
  • Produk susu: susu, yogurt, keju, keju cottage, selai keju, dan smoothie buah/susu (dibuat dengan yogurt)
  • Daging dan alternatifnya: telur rebus matang, daging dingin rendah lemak, tuna, salmon, selai kacang, biji-bijian (contoh hummus).
  • Roti dan sereal: sandwich/rol roti/wrap, muffin rendah gula, roti buah, sereal, dan popcorn.

Sumber