Depresi pada Calon Ayah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Siapapun yang mendapat kabar bahwa ia akan segera jadi ayah biasanya akan diliputi kebahagiaan. Namun, beberapa pria menganggap bahwa menjadi seorang ayah lebih terasa menegangkan dibanding menyenangkan.

Jika Anda merasa seperti ini, Anda tidak sendirian. Bagi beberapa pria, kabar kehamilan dapat memicu depresi. Sekitar 1 dari 10 calon ayah mengalami depresi selama istri mereka hamil.

Bagaimana cara mengetahui kalau saya depresi?

Gejala depresi beragam pada setiap orang. Anda mungkin merasa rendah atau sedih, atau mudah marah, sepanjang waktu. Atau Anda mungkin mengurung diri. Anda mungkin sadar bahwa Anda tidak bisa menangani beberapa hal seperti biasanya.

Beberapa gejala yang mungkin Anda alami apabila menderita depresi:

  • Lebih jarang bersosialisasi dan menghindari bertemu teman
  • Nafsu makan berubah (biasanya makannya jadi lebih sedikit)
  • Sakit dan nyeri tanpa sebab
  • Merasa cemas atau khawatir
  • Tidak bekerja dengan baik
  • Nafsu seks berkurang
  • Kekurangan energi
  • Susah tidur

Jika gejala ini Anda alami, periksa berapa lama Anda merasa seperti ini. Semua orang pernah mengalami hari yang buruk. Namun, bila perasaan ini tidak kunjung hilang dalam waktu setidaknya 2 minggu, Anda mungkin mengalami depresi.

Apa penyebab depresi?

Sulit menemukan penyebab depresi yang pasti. Mungkin karena Anda memiliki riwayat depresi dalam keluarga, tekanan hidup, karena hubungan, uang, atau stres dalam pekerjaan yang merisaukan Anda. Masalah hubungan seperti perpisahan dan perceraian juga berhubungan dengan depresi. Saat Anda akan segera punya anak, terutama untuk kali pertama, ada banyak hal yang tidak diketahui dan berbagai perubahan yang akan terjadidalam hidup Anda.

Anda mungkin cemas akan seperti apa Anda saat menjadi seorang ayah? Atau bagaimana hubungan Anda dengan istri Anda akan berubah setelah bayi lahir?

Anda mungkin merasa harus mengubah pekerjaan, pindah ke rumah yang lebih besar, atau menabung untuk biaya melahirkan dan sekolah anak. Walaupun kehamilan adalah waktu yang membahagiakan bagi banyak istri, ini juga bisa sebuah sumber konflik bagi yang lainnya.

Anda harus sadar apabila istri Anda yang sedang hamil mengalami depresi, ada kemungkinan Anda juga akan ikut depresi.

Bagaimana cara mengatasi depresi?

Bila Anda cemas tentang menjadi seorang ayah, cobalah lebih melibatkan diri dalam kehamilan istri. Pergi bersama istri ke kelas prenatal bisa membantu.

Kelas ini mengajarkan cara merawat bayi dan hidup dengan bayi baru. Ini akan membantu Anda mempersiapkan diri secara praktis dan emosional, dalam menjalani peran Anda sebagai ayah.

Pada saat yang bersamaan, cobalah mengamati kesehatan Anda secara keseluruhan. Beberapa lngkah kecil bisa membuat perbedaan:

Berolahraga

Cobalah berjalan, berenang, bersepeda, atau berlari setidaknya setiap hari lain. Tidak masalah seperti apapun aktivitasnya, selama Anda bergerak. Berjalan adalah olahraga yang baik bagi istri yang hamil.

Aktif setiap hari dapat memperbaiki suasana hati, menghilangkan rasa lelah, dan memberikan lebih banyak energi. Untuk membantu Anda berpikir positif dan tetap aktif, Anda boleh bekerja di sekitar rumah atau kebun.

Makan sehat

Kurangi makanan cepat saji, makanan dalam kemasan, dan makanan ringan yang tinggi lemak dan gula. Makan sehat benar-benar dapat membantu Anda memulihkan tubuh dan jiwa.

Anda dapat membuat perubahan sedikit-sedikit. Jadi, jika Anda terbiasa makan makanan cepat saji, cobalah makan makanan sehat setiap hari Senin. Lalu, tingkatkan jumlah hari Anda makan makanan sehat setiap pekan secara bertahap. Atau cobalah membuat sebuah perubahan kecil setiap hari. Misalnya, makan sepotong buah segar setelah selesai makan setiap hari.

Istri Anda akan menginginkan makan makanan sehat selama hamil. Jadi, Anda bisa membuat perubahan bersama. Anda tidak perlu langsung mengurangi makanan berlemak dan mengandung gula, cukup makan dalam porsi yang lebih kecil setiap hari.

Tidur teratur

Cobalah tidur dan bangun dalam waktu yang sama setiap hari. Mungkin Anda akan lebih mudah tidur jika Anda tidak banyak makan sebelum tidur. Cobalah untuk tidak merokok, minum alkohol, atau minum minuman berkafein 6 jam sebelum tidur.

Pastikan kamar tidur tidak terlalu panas/dingin, tidak terlalu berisik atau terang. Hanya gunakan kamar tidur untuk tidur dan seks. Bila Anda tetap harus bekerja di malam hari, lakukanlah di ruangan lain.

Anda harus tidur 7 jam setiap malam. Bila pola tidur Anda tidak teratur, jangan mencoba tidur terlalu cepat. Sekalipun istri Anda tidur cepat karena kehamilan membuatnya lelah, Anda perlu menunggu sampai jam tidur Anda.

Jika Anda tidur pada pukul 9 atau 10 malam, misalnya, Anda mungkin akan bangun pada pukul 3 atau 4 pagi. Jadi, Anda bisa membaca buku, mendengarkan musik, atau menonton acara yang membuat Anda rileks, kemudian tidur lah setelah pukul 11 malam kalau mampu.

Tetap berbicara

Mendiskusikan perasaan Anda dengan istri Anda, teman, atau kerabat dapat membantu. Bisa saja Anda sedang tidak ingin menemui orang lain, tapi Anda tetap bisa berusaha berbicara dengan teman dan melakukan hal-hal lainnya yang Anda sukai, terutama jika hubungan Anda sedang bermasalah. Teman Anda peduli terhadap Anda. Biarkan mereka membantu Anda dengan mendengarkan masalah Anda.

Berpikir positif

Bila Anda berpikir negatif, cobalah melawannya. Melihat segala hal secara positif daripada negatif dapat membantu Anda menghilangkan depresi. Untuk membantu Anda tetap positif, lakukan aktivitas yang membantu memperbaiki suasana hati dan fokus terhadap apa yang Anda capai setiap hari.

Jika Anda merasa semuanya tidak berjalan sesuai dengan apa yang Anda harapkan, luangkan waktu untuk mengulas apa saja yang berjalan dengan baik hari ini. Sekalipun hal tersebut terkesan sepele, konsentrasi dan simpan hal tersebut dalam pikiran Anda. Ini adalah metode yang digunakan dalam terapi kebiasaan kognitif, dan mungkin ampuh bagi Anda.

Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang

Stimulan seperti ini mampu membuat Anda merasa lebih baik dalam jangka pendek. Namun, kenyataannya alkohol adalah depresan, serta membuat keputusan saat Anda berada dalam pengaruh obat-obatan terlarang mungkin malah memperburuk keadaan.

Bergabung dalam kelompok

Banyak orang lain yang juga mengalami apa yang Anda alami. Bertemu dengan konunitas ini, bahkan hanya lewat internet, dan berbagi pengalaman mungkin membantu Anda.

Pertimbangkan bergabung dengan kelompok yang mendukung, terlebih jika istri Anda juga depresi. Berbagi strategi mengatasi masalah juga membantu mengurangi stres dan depresi pada pria yang istrinya mengalami depresi.

Bagaimana saat bayi lahir?

Beberap pria tetap mengalami depresi setelah bayi lahir (meski tidak semua). Namun, bila Anda depresi sebelum bayi lahir, bukan berarti Anda akan depresi setelahnya.

Anda mungkin cemas akan bagaimana Anda sebagai orangtua. Saat bayi akhirnya lahir, Anda mungkin menyadari bahwa semua ini tidak sesulit yang Anda bayangkan.

Sumber