Efek Samping Obat Pereda Nyeri Berdasarkan Jenisnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ada berbagai jenis obat pereda nyeri (analgetik) dengan keunggulan dan efek samping masing-masing. Memahami efek samping obat-obatan ini sangatlah penting, terutama bila Anda perlu mengonsumsinya dalam jangka waktu panjang.

Efek samping obat pereda nyeri (analgetik) berdasarkan jenisnya

Obat pereda nyeri terbagi menjadi banyak kategori. Beberapa di antaranya bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotek, bahkan tanpa resep dokter. Namun, ada pula yang lebih keras sehingga harus disertai dengan resep dokter.

Berikut adalah berbagai jenis obat pereda nyeri (analgetik) yang sering dikonsumsi beserta efek sampingnya.

1. Paracetamol

Paracetamol digunakan untuk mengatasi nyeri tingkat ringan hingga sedang, seperti sakit kepala. Obat ini biasanya dikonsumsi hanya saat dibutuhkan, tapi penderita nyeri kronis juga bisa meminumnya secara rutin dalam dosis tertentu.

Paracetamol adalah obat pereda nyeri yang jarang menimbulkan efek samping, kecuali jika dikonsumsi secara berlebihan. Efek samping paracetamol, antara lain:

  • Reaksi alergi berupa ruam dan bengkak pada kulit
  • Wajah tampak memerah, denyut jantung dan tekanan darah menurun pada pemberian paracetamol melalui suntikan
  • Penurunan jumlah sel darah putih dan trombosit
  • Pada kasus overdosis dapat menimbulkan kerusakan hati dan ginjal sehingga berakibat fatal

2. Obat antiinflamasi nonsteroid/Non-Steorid Anti-Inflammation Drugs (NSAID)

NSAID adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri tingkat ringan hingga sedang disertai peradangan. Contoh NSAID, antara lain ibuprofen, naproxen, aspirin, diklofenak, dan asam mefenamat.

NSAID aman dikonsumsi dalam dosis kecil atau jangka waktu pendek. Efek samping biasanya muncul jika obat pereda nyeri (analgetik) ini dikonsumsi dalam dosis yang besar dan berkepanjangan.

Berikut adalah efek samping yang perlu Anda waspadai:

  • Sakit perut, luka pada lambung, dan rasa perih pada perut bagian atas akibat naiknya asam lambung (heartburn)
  • Reaksi alergi seperti ruam, batuk, dan pembengkakan pada tenggorokan
  • Kepala berkunang-kunang
  • Telinga pengang
  • Tekanan darah meningkat
  • Pada pengguna aspirin dapat menghambat pembekuan darah

ibuprofen obat apa

3. Kortikosteroid/steroid

Obat pereda nyeri berbasis steroid digunakan apabila obat-obatan lain tidak ampuh mengatasi keluhan. Steroid seperti prednisone, dexamethasone, dan triamcinolone dapat meredakan nyeri dengan mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Kendati pengaruhnya cepat terasa, obat pereda nyeri steroid juga dapat menimbulkan efek samping. Berikut adalah beberapa keluhan yang mungkin akan Anda alami:

  • Gangguan penglihatan
  • Masalah tidur hingga insomnia
  • Mudah memar
  • Tekanan darah meningkat
  • Rentan mengalami infeksi
  • Nafsu makan meningkat
  • Iritasi lambung

4. Opioid

Opioid digunakan untuk mengatasi nyeri tingkat menengah hingga berat. Misalnya, pada pasien pascaoperasi atau untuk mengatasi nyeri akibat penyakit kanker. Contoh obat-obatan dari golongan ini di antaranya codeine, morfin, tramadol, dan oxycodone.

Obat-obatan opioid harus dikonsumsi berdasarkan anjuran ketat dari dokter. Pasalnya, penyalahgunaan obat pereda nyeri dari golongan opioid dapat menyebabkan efek samping berupa kecanduan.

Jika Anda meminumnya sesuai instruksi dokter, efek samping yang muncul biasanya tidaklah parah. Anda mungkin hanya akan mengalami mual atau muntah, sembelit, pusing, mulut terasa kering, serta mengantuk.

Setiap jenis obat pereda nyeri akan memberikan manfaat apabila digunakan dengan bijak. Anda juga dapat berperan aktif untuk mencegah munculnya efek samping, yakni dengan meminum obat pereda nyeri sesuai dosisnya.

Jangan menambah ataupun mengurangi dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Apabila obat yang Anda konsumsi tidak memberikan perubahan, sampaikan masalah ini kepada dokter agar Anda bisa mendapatkan alternatifnya.

Baca Juga:

Direview tanggal: Juli 15, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 15, 2019

Sumber